Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Jaga Kualitas Sapi, Kementan Inginkan Kapal Khusus Ternak
Lampungpro.co, 22-Apr-2019

Heflan Rekanza 928

Share

JAKARTA (Lampungpro.com) : Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani mengatakan, pengiriman sapi melalui penyelenggaran kapal khusus ternak membuat kualitas ternak dapat terjaga dari tempat asal hingga ke wilayah tujuan konsumsi. Menurutnya, pengangkutan dan pengiriman sapi selama ini melalui jalur darat dan laut.

Kedua medium tersebut memiliki karakteristik berbeda dari sisi perlakuan dan prosedur. Menurutnya, penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak memperhatikan prinsip animal welfare karena menciptakan kondisi nyaman bagi hewan ternak dalam masa pengangkutan dan pengiriman.

Selain itu juga, dampak kapal ternak ini juga dapat meminimalisasi penyusutan bobot ternak. Kan sering ada kasus kematian karena penanganan hewan ternak yang nggak layak di atas kapal, kata Fini dalam keterangan pers yang diterima, Senin (22/4/2019).

Fini menjelaskan, keberadaan kapal khusus angkutan ternak juga merupakan upaya tindak dari rekomendasi Lembaga Pengembangan (Litbang) KPK terkait perbaikan tata niaga komoditas strategis daging sapi. Menurutnya, Litbang KPK menilai pengangkutan ternak antarpulau dengan kapal laut selama ini didominasi oleh beberapa pelaku usaha.

KPK merekomendasikan tersedianya alat angkut sapi yang dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak dan memenuhi kaidah animal welfare. Dari rekomendasi tersebut disebutkan juga mengenai dibangunnya sarana dan prasarana loading-un loading di pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan. "Adanya kapal ternak ini dapat mengurangi waktu tempuh dan diharapkan dapat menghemat biaya," jelas dia.

Menurutnya, pengadaan kapal khusus angkutan ternak dilakukan oleh pemerintah termasuk pemberian subsidi biaya pengangkutan (ongkos tambang). Selain itu, kata dia, fasilitas yang tersedia di kapal khusus ternak adalah bongkar muat, asuransi, pakan dan air minum ternak selama pelayaran, dan pelayanan penanganan ternak.

Ia mengungkapkan, pemanfaatan muatan balik masih belum dioptimalkan. Hal tersebut mengakibatkan biaya operasional atau tarif yang tinggi sehingga perlu pengembangan distribusi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pelaku usaha antarwilayah. Harapannya kami ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi antarwilayah dari tol laut ini, ungkap dia.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17536


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved