Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kerajaan Ababa dan Kebijakan Ajaib Pejabat Goblok
Lampungpro.co, 05-Jun-2026

Admin 360

Share

Gambar Ilustrasi

‎(Fiksi): Di Negeri Ababa, konon terdapat sebuah program legendaris yang digagas oleh sekelompok pejabat yang oleh rakyat dijuluki "Pejabat Goblok". Julukan itu bukan berasal dari lawan politik mereka, melainkan dari kebiasaan mereka membuat kebijakan yang begitu ajaib hingga sulit dibedakan antara strategi negara dan acara lawak malam Minggu.

‎Suatu hari, Raja Ababa memerintahkan Perdana Menteri untuk mengisi ribuan jabatan penting. Rakyat pun bergembira. Para tenaga kontrak yang telah mengabdi 10 hingga 20 tahun mulai menyetrika pakaian terbaik mereka. Guru kontrak yang telah mengajar tiga generasi murid, perawat kontrak yang hafal nama seluruh pasien, dan petugas lapangan yang lebih mengenal wilayah daripada peta kerajaan, semuanya berharap ada kabar baik.

‎Namun, Pejabat Goblok punya cara berpikir yang berbeda.

‎Mereka berkata, “Mengapa memilih orang yang sudah berpengalaman jika kita bisa memilih orang yang baru lulus kemarin sore?”

‎Maka diumumkanlah kebijakan besar itu. Para sarjana baru yang ijazahnya bahkan masih hangat dari mesin laminating mendapat prioritas. Sementara tenaga kontrak yang sudah bertahun-tahun bekerja diminta bersabar, menunggu, dan terus percaya pada proses yang tidak pernah selesai.

‎Di istana, seorang penasihat bertanya:

‎"Paduka, bukankah mereka yang sudah lama bekerja memiliki pengalaman?"

‎Pejabat Goblok menjawab dengan penuh keyakinan:

‎"Itulah masalahnya. Mereka terlalu berpengalaman. Nanti mereka tahu mana kebijakan yang masuk akal dan mana yang tidak."

‎Rakyat Ababa pun bingung. Mereka melihat seorang guru kontrak yang telah mengajar selama 15 tahun harus bersaing dengan lulusan baru yang bahkan masih mencari ruang kelas menggunakan aplikasi peta.

‎Seorang perawat kontrak berkata sambil tertawa pahit:

‎"Hebat sekali negeri ini. Ketika kami belum punya pengalaman, kami ditolak karena tidak berpengalaman. Setelah kami berpengalaman, kami ditolak karena ternyata pengalaman tidak diperlukan."

‎Akhirnya rakyat menyimpulkan bahwa di Negeri Ababa, pengalaman adalah barang mewah yang hanya dihargai setelah pemiliknya pensiun.

‎Konon, jika seekor kuda kerajaan telah menarik kereta selama belasan tahun, Pejabat Goblok akan menggantinya dengan anak kuda yang baru belajar berjalan, lalu mengadakan konferensi pers tentang pentingnya regenerasi.

‎Dan begitulah Negeri Ababa berjalan. Bukan karena kebijakan yang bijaksana, melainkan karena rakyatnya terlalu kuat untuk menyerah meski sering dibuat heran oleh para pengurus negeri.

‎Sebagai sindiran yang populer di warung kopi Ababa, rakyat sering berkata:

‎"Di negeri lain, pengalaman menjadi nilai tambah. Di Negeri Ababa, pengalaman menjadi bukti bahwa Anda terlalu lama menunggu."

‎Tentu saja ini hanyalah kisah fiksi dari Negeri Ababa. Jika ada kemiripan dengan peristiwa nyata, kemungkinan itu karena logika kadang memang lebih lucu daripada satire. (EdAI)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved