JAKARTA (Lampungpro.com): Pemerintah sedang menghitung kerugian akibat kasus kapal pesiar yang menabrak terumbu karang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat, beberapa waktu lalu. "Lagi diitung semua, bukan soal ganti rugi karena itu berapa puluh hingga ratusan tahun baru bisa tumbuh lagi," kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, usai rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Ia menyebutkan pemerintah tidak ingin kasus itu seperti kasus Montara di Laut Timor yang sangat merugikan Indonesia. Luhut menyebutkan tim dari pemerintah sedang bekerja di lapangan antara lain untuk memetakan dampak dari kasus itu. "Kita tidak mau seperti Montara yang lambat penyelesaiannya," kata dia.
Sebelumnya, sebuah kapal pesiar menabrak terumbu karang yang dilindungi di kawasan Raja Ampat pada Sabtu (4/3/2017). Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan masalah itu sudah dibahas dalam rapat di Kantor Kemenko Kemaritiman pada Senin (13/3/2017). "Saya dapat info ada kejadian itu pada Sabtu siang, lalu saya bicara dengan dua dirjen. Karena, menurut saya ada dua hal penting pertama penggantian kerusakannya dan kedua aspek hukumnya," katanya.
Ia sudah meminta tim dari Kementerian LHK turun ke lapangan. Mereka berangkat pada Minggu (12/3/2017) dan tiba Senin (13/3/2017). "Saya minta mereka tetap di lokasi untuk memetakan kerusakannya, kan meter perseginya macam-macam ada yang bilang 1.300, 1.600. Coba saja diteliti sebaik-baiknya. Identifikasi lapangan harus dilakukan," kata dia.
Ia menyebutkan insiden kapal menabrak terumbu karang baru kali ini terjadi, sehingga penangannya berbeda dengan tumpahan minyak. Siti Nurbaya juga menyebutkan kapal pesiar penabrak karang itu saat ini sudah meninggalkan Indonesia. "Tapi saya minta diidentifikasi betul-betul, apa agennya, siapa operatornya dan dalam berita acara yang dibuat mereka menyanggupi untuk memberikan ganti rugi," kata Siti Nurbaya. (*/PRO2)
Berikan Komentar
Bandar Lampung
742
Kominfo Lampung
796
291
10-Apr-2026
742
09-Apr-2026
796
09-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia