BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Polda Lampung, mengeluarkan intruksi himbauan kepada masyarakat di Lampung, untuk tidak melakukan konvoi takbiran keliling menggunakan kendaraan, terutama di jalan-jalan protokol.
Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika mengatakan, larangan tersebut dilakukan guna menghindari kemacetan dan potensi kecelakaan, yang dapat terjadi akibat padatnya arus lalu lintas pada malam perayaan Idulfitri.
"Keselamatan dan ketertiban masyarakat dalam merayakan Idulfitri sangat penting, kami minta masyarakat Lampung untuk tidak konvoi takbiran keliling menggunakan kendaraan, terutama di jalan-jalan protokol, demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama," kata Irjen Helmy Santika dalam keterangannya, Selasa (9/4/2024).
Selain itu, Polda Lampung juga mengeluarkan larangan penggunaan petasan selama takbiran.
Larangan tersebut, diberlakukan mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan petasan, dan mengganggu ketentraman masyarakat.
"Kami juga melarang penggunaan petasan selama takbiran, guna menghindari potensi kecelakaan dan gangguan ketenteraman masyarakat, kami harap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan damai dan aman," ujar Helmy Santika.
Sebelumnya, Kapolda Lampung telah mengeluarkan maklumat dengan nomor Mak/I/III/2024, terdapat beberapa larangan yang secara khusus mengacu pada aktivitas yang umum dilakukan selama bulan Ramadan, seperti konvoi kendaraan pada malam takbiran dan penggunaan petasan.
Pertama, larangan terhadap konvoi kendaraan kecuali untuk kepentingan tertentu yang disetujui oleh petugas Polri, sesuai dengan Pasal 134 huruf g Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Kedua, larangan terhadap penggunaan petasan atau kembang api yang bertentangan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.
Selain itu, Helmy juga menyoroti aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh remaja atau pemuda selama sahur dan menjelang berbuka puasa, seperti balapan liar dan tawuran.
Balapan liar melanggar Pasal 115 dan Pasal 297 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sedangkan tawuran melanggar Pasal 170, 351, 355, 358 KUHP yang merupakan bentuk kejahatan, dan Pasal 489 KUHP yang merupakan bentuk pelanggaran.
Kapolda turut menekankan, apabila anggota kepolisian menemukan aktivitas-aktivitas tersebut, mereka akan melakukan tindakan penegakan hukum sesuai dengan Pasal 212 KUHP, Pasal 216 ayat (1) KUHP, dan Pasal 218 KUHP.
Maklumat tersebut, disampaikan untuk keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung, masyarakat sebaiknya melakukan takbiran di rumah atau di tempat-tempat ibadah. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Saya yakin kekalahan Arinal bersama 10 bupati/walikota di Lampung...
1537
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia