"Kalau di dataran rendah, panennya bertahap. Tapi dengan teknologi panas bumi, panennya serentak dan bobotnya rata antara 1 hingga 1,2 kilogram," ujar Edi.
Ia menambahkan, satu tanaman hanya dibesarkan satu buah melon. Tujuannyq, untuk menjaga kualitas.
Tantangan utama adalah pengendalian hama dan menjaga sanitasi. Akses greenhouse dibatasi ketat. "Kami pernah gagal total satu siklus karena hama masuk akibat banyaknya pengunjung keluar masuk greenhouse," ungkapnya.
Dengan masa tanam 85 hari, petani bisa panen dua hingga tiga kali per tahun. Ini menjadi penghasilan tambahan yang sangat membantu, terutama bagi petani kopi yang biasanya hanya panen sekali dalam setahun.
"Prospeknya sangat bagus. Kami berharap PGE terus mengembangkan teknologi panas bumi ini ke pekon lain dengan menambah jumlah greenhouse," pungkas Edi.
Pengakuan Nasional untuk Inovasi Lokal
Berikan Komentar
435
31-Aug-2025
421
31-Aug-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia