Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Menapak Jalan Baru Lampung Timur, Mewujudkan Warisan Hijau di Bawah Kepemimpinan Ella - Azwar
Lampungpro.co, 21-Feb-2026

Febri 334

Share

Pamflet Pemkab Lampung Timur | Ist/Lampungpro.co l

SUKADANA (Lampungpro.co): Satu tahun terakhir menjadi babak baru yang penuh optimisme bagi Lampung Timur, di bawah kepemimpinan Bupati Ella Siti Nuryamah dan Wakil Bupati Azwar Hadi untuk periode 2025-2030, yang tengah bertransformasi besar-besaran. 

Fokus utama pembangunan, kini tidak lagi hanya sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan membangun keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam melalui visi Kabupaten Konservasi dan Berkelanjutan (KKB).

Berbagai keberhasilan dan langkah strategis, telah dicapai dalam masa awal kepemimpinan mereka sejak dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.

Program tersebut meliputi Visi KKB yang bukan hanya sekadar konservasi, tapi transformasi. Langkah awal yang paling fundamental adalah pencanangan Grand Design KKB Lampung Timur 2026.

Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah mengatakan, inisiatif ini lahir dari semangat untuk menjaga kekayaan hutan, pesisir, dan sumber daya alam yang melimpah di Lampung Timur.

"Visi besarnya adalah menjadikan Lampung Timur sebagai daerah yang hijau, inklusif, dan berdaya saing, di mana kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat," kata Ella Siti Nuryamah.

Kemudian revolusi pengelolaan sampah dari limbah menjadi energi, di mana salah satu keberhasilan mencolok adalah program Hilirisasi Sampah melalui Ekonomi Sirkular.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur sendiri, saat ini telah mulai membangun pusat konversi sampah menjadi energi alternatif atau TPST-RDF, dengan kapasitas mencapai 50 ton perhari.

Program ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja hijau bagi sekitar 1.500 orang dan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat melalui bank sampah di 24 kecamatan. Targetnya sangat ambisius, yakni mengurangi emisi karbon daerah hingga 25.000 ton CO2e per tahun.

3. Memulihkan Napas Pesisir dan Hutan

Lampung Timur memiliki garis pantai yang panjang namun rentan terhadap abrasi. Melalui Tim Satgas Mangrove, pemerintah telah menggerakkan penanaman 100.000 bibit mangrove di kecamatan prioritas seperti Labuhan Maringgai, Pasir Sakti, dan Marga Sekampung.

Di sektor perhutanan, keberhasilan terlihat pada pengembangan perhutanan sosial berbasis energi hijau. Dengan menanam 26.000 pohon Kaliandra di 44 desa, masyarakat kini memiliki sumber energi biomassa lokal sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi hutan yang sempat terdegradasi.

4. Menjaga Way Kambas dan Peluang Perdagangan Karbon

Sebagai rumah bagi gajah Sumatera, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mendapat perhatian khusus. Kepemimpinan Ella - Azwar telah menetapkan 23 desa penyangga TNWK sebagai wilayah prioritas konservasi melalui skema voluntary carbon village.

Langkah ini merupakan terobosan cerdas, di mana desa-desa tersebut kini tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam menjaga hutan sambil membuka akses ekonomi baru dari perdagangan karbon dan ekowisata konservasi.

5. Transisi Energi Bersih untuk Rakyat

Pembangunan infrastruktur energi juga mengalami kemajuan pesat, ada 2 MWp PLTS Atap telah dipasang di sekolah-sekolah, Puskesmas, dan gedung publik, untuk mengurangi biaya operasional sekaligus menurunkan emisi.

Selain itu, program Gas Kota juga telah diperluas ke 9 kecamatan, memberikan akses energi yang lebih bersih, murah, dan terjangkau bagi rumah tangga rentan serta UMKM.

6. Membangun Generasi Hijau Melalui Pendidikan

Keberhasilan pembangunan tidak akan bertahan lama tanpa SDM yang peduli. Oleh karena itu, diluncurkanlah program Green School Index (GSI), untuk menilai penerapan prinsip keberlanjutan di ratusan sekolah (SD dan SMP) se-Lampung Timur.

Dengan membentuk 1.000 kader ekologi desa dan para "Duta Lingkungan Sekolah," pemerintah sedang menanamkan nilai-nilai gaya hidup hijau di setiap lini kehidupan masyarakat.

Melalui visi Kabupaten Konservasi dan Berkelanjutan (KKB), pemerintah daerah berupaya mengubah tantangan ekologis menjadi peluang ekonomi hijau yang nyata.

Perbandingan capaian strategis antara kondisi sebelumnya dengan hasil pembangunan yang diharapkan ke depan :

1. Transformasi Pengelolaan Sampah: Dari Tumpukan Menjadi Energi

Sebelumnya, Lampung Timur menghadapi tantangan tingginya produksi sampah yang hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengelolaan nilai tambah.

Namun sekarang, di bawah kepemimpinan Ella - Azwar, pemerintah menargetkan reduksi timbulan sampah sebesar ≥40% dari baseline tahun 2024. Langkah konkretnya adalah pembangunan TPST-RDF berkapasitas 50 ton perhari, yang mampu mengonversi sampah menjadi energi alternatif, sekaligus menciptakan 1.500 lapangan kerja hijau bagi masyarakat.

2. Memulihkan Pesisir: Dari Abrasi Menjadi Benteng Hijau

Sebelumnya kawasan pesisir Lampung Timur mengalami degradasi mangrove yang parah dan ancaman abrasi yang terus meluas. Namun sekarang, pemerintah telah menginisiasi penanaman 100.000 bibit mangrove di tiga kecamatan prioritas (Labuhan Maringgai, Pasir Sakti, dan Marga Sekampung). Selain melindungi pesisir, inisiatif ini diproyeksikan meningkatkan daya serap *karbon biru hingga ±10.000 ton CO2e per tahun*.

3. Pemberdayaan Desa Penyangga TNWK: Dari Konflik Menjadi Konservasi

Sebelumnya dea-desa di sekitar TNWK sering kali terjebak dalam konflik manusia-satwa (gajah) dan tekanan terhadap lahan hutan akibat keterbatasan ekonomi.

Namun sekarang, ada 23 desa penyangga telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas konservasi melalui skema Voluntary Carbon Village. Perubahan ini mengubah pola hubungan masyarakat dengan hutan, dari yang sebelumnya merambah, kini menjadi penjaga hutan yang mendapatkan akses ekonomi baru dari perdagangan karbon dan ekowisata.

4. Transisi Energi: Dari Biaya Tinggi Menjadi Kemandirian Bersih

Sebelumnya instansi publik dan masyarakat sangat bergantung pada energi fosil dengan biaya operasional yang terus meningkat, serta penggunaan kayu bakar yang memicu deforestasi.

Namun sekarang, pemerintah telah memasang PLTS Atap dengan total kapasitas 2 MWp di sekolah, Puskesmas, dan gedung publik yang mampu mengurangi penggunaan listrik sebesar 20–35 persen.

Selain itu, perluasan jaringan gas kota di 9 kecamatan telah membantu rumah tangga rentan beralih dari kayu bakar ke energi bersih yang lebih terjangkau.

5. Ekonomi Hijau di Sektor Perhutanan

Sebelumnya, pemanfaatan hutan rakyat cenderung berfokus pada pengambilan kayu yang tidak berkelanjutan. Namum ekarang, melalui program perhutanan sosial, pemerintah telah menggerakkan penanaman 26.000 pohon Kaliandra di 44 desa sebagai sumber biomassa.

Hal ini tidak hanya meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga menciptakan pendapatan berkelanjutan melalui produksi madu dan bahan bakar hijau bagi masyarakat desa hutan. Dengan perbandingan ini, terlihat bahwa dalam waktu singkat, Lampung Timur telah berhasil meletakkan fondasi "Warisan Hijau" (Green Legacy).

Pembangunan tidak lagi hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi tentang menciptakan keseimbangan di mana setiap desa menjadi pusat inovasi lingkungan dan setiap warga menjadi penjaga kehidupan bagi generasi mendatang.

Dalam satu tahun terakhir, kepemimpinan Ella - Azwar telah membuktikan bahwa kemandirian daerah dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab global terhadap keberlanjutan.

Melalui pendekatan kolaboratif yang mereka sebut sebagai gotong royong hijau, setiap desa di Lampung Timur kini didorong untuk menjadi pusat inovasi lingkungan.

Keberhasilan ini bukan sekadar tentang angka-angka dalam laporan, melainkan tentang membangun warisan hijau (green legacy) bagi generasi mendatang, agar mereka tetap bisa menikmati alam Lampung Timur yang asri dan makmur. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Tepuk Tangan, Air Mata, dan Guru PPPK...

Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...

464


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved