GARUT (Lampungpro.com): Pemandangan menarik terlihat dalam rangkaian acara Gebyar Pesona Budaya Garut 2018. Bertempat di SMAN 1 Garut, Jawa Barat, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya diarak dengan menggunakan Delman.
Arief Yahya diarak menuju acara puncak di Lapangan GOR Bela Diri, Garut pada Kamis (22/2/2018). Menpar didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Staff Ahli Menteri Pariwisata Esthy Reko Astuti dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman. Kemudian ada Pjs Bupati Garut Kusmayadi dan Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan serta stakeholder pemerintah Garut.
Ikut juga naik Delman para perwakilan duta besar dari berbagai negara sahabat yakni Wakil Dubes Afghanistan Mr. Zalmai Wafamal, Consul Embassy Afghanistan Mr. Emil Ahmadov dan Attache Embassy Iran Mr. Mehdi Abolghasemi. Kemudian ada Wakil Dubes Uzbekistan Mr. Mahmud Tohtiev, Senior Diplomat Uzbekistan Mr. Alisher Kayumov dan Director of Malaysian Tourism Mr. Roslan Othman.
"Ini sudah 10 tahun saya baru naik delman kembali, ini salah satu ciri khas, dan harus dilestarikan untuk pariwisata," kata Menpar saat naik Delman urutan pertama dari 15 delman yang disiapkan panitia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Garut Budi Gumilar mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Menpar di kota Garut. Kehadiran Menpar Arief dipastikan akan memantik semangat, adrenalin para pelaku pariwisata di Garut untuk menjadikan pariwisata menjadi sektor unggulan.
"Dan pasti membuat masyarakat kami semakin sejahtera melalui pariwisata,"kata Budi.
Budi memang sengaja menyiapkan delman dalam menyambut Menpar dan petinggi yang hadir. Menurut Budi, delman masih jadi alat transportasi di Garut. Budi juga menceritakan ada lagi yang menarik yakni deldom. Deldom merupakan akronim dari delman domba. Berbeda dengan kereta kuda, kusir deldom tidak ikut duduk di keretanya. Kusir harus berjalan kaki sambil memegang tali kendali domba agar kereta berjalan sesuai keinginan.
Budi juga menceritakan, seekor domba mampu menarik beban hingga 80 kilogram.Deldom dimanfaatkan sebagai hiburan masyarakat sekitar. Karena bentuknya yang lebih kecil dari pada delman pada umumnya, penumpang yang boleh naik hanyalah anak-anak.
Delman domba yang merupakan kendaraan khas Garut ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Saat itu para pemuda Garut yang gemar nongkrong di alun-alun kota berinisiatif untuk menciptakan ciri khas kota sekaligus dapat dijadikan mata pencaharian. Terpikirlah oleh mereka untuk membuat delman yang ditarik oleh seekor domba. Ide ini dianggap menarik karena menurut para pemuda tersebut delman domba belum pernah ada di daerah manapun di seluruh Indonesia.
Domba yang digunakan untuk menarik delman tersebut yaitu domba Garut jantan, yang terkenal dengan kekuatan tenaganya. Selain itu domba Garut jantan juga dikenal sebagai domba petarung yang sering digunakan pada tradisi adu domba di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Untuk dapat menarik delman, domba Garut yang digunakan haruslah berumur empat tahun ke atas. Harga domba itu juga tergolong mahal. Untuk domba dengan usia yang layak menarik delman harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
Agar domba garut kuat menarik delman diperlukan perawatan khusus. Yang perlu diperhatikan yaitu kualitas makanan karena akan sangat mempengaruhi stamina domba. "Jadi jika ingin merasakan delman domba, silahkan mengunjungi Garut. Garut layak untuk pariwisata," kata Budi mengakhiri.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16812
EKBIS
9537
Lampung Selatan
5365
Bandar Lampung
5141
Bandar Lampung
5002
152
05-Apr-2025
217
05-Apr-2025
383
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia