Rachmat menilai, keberhasilan Lampung tidak hanya terletak pada statusnya sebagai sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, tapi juga pada kemampuannya membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan petani.
National Cassava Center tidak boleh berhenti sebagai pusat penelitian semata, tapi harus menjadi pusat inovasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi petani melalui peningkatan produktivitas, pengembangan varietas unggul, penerapan Good Agriculture Practices (GAP), hingga penguatan hilirisasi industri berbasis singkong.
Rachmat juga mendorong agar National Cassava Center berkembang menjadi International Cassava Center. Dengan dukungan riset yang kuat, jejaring internasional, dan kolaborasi yang berkelanjutan, Lampung memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan singkong dunia.
Dengan posisi Lampung sebagai sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, maka pusat riset tersebut diharapkan menjadi motor pengembangan komoditas strategis nasional, sekaligus memperkuat kontribusi Lampung terhadap ketahanan pangan dan industri masa depan Indonesia. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Tulang Bawang
260
Bandar Lampung
1316
276
26-Jul-2026
325
26-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia