Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung: Kasus TBC di Tanggamus Diperkirakan 2.532, Capaian Penemuan Kasus Baru Baru 37 Persen
Lampungpro.co, 07-Aug-2026

Adi 170

Share

Wakil Gubernur Jihan Pimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis | Lampungpro.co/Dok.Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi Lampung meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC). Pasalnya, dari estimasi 2.532 kasus TBC di Tanggamus, kasus baru yang berhasil ditemukan dan dilaporkan baru mencapai 946 kasus atau sekitar 37 persen.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).

Rapat tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Selain mengevaluasi capaian program, pertemuan ini juga membahas langkah percepatan penanggulangan TBC untuk mendukung target eliminasi TBC secara nasional pada 2030.

Jihan mengatakan, TBC masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung. Penyakit tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas masyarakat.

"Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, tentu pembangunan kesehatan juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Lampung," ujar Jihan.

Menurutnya, target eliminasi TBC pada 2030 membutuhkan kerja sama seluruh pemerintah kabupaten/kota dan berbagai sektor. Upaya yang harus diperkuat meliputi penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.

Jihan menilai Tanggamus memiliki potensi untuk mempercepat penanganan TBC dengan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, aparatur pekon, dan masyarakat.

"Rapat koordinasi ini hendaknya menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, dan mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan," katanya.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

615


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved