Setiap kombinasi memberikan respons yang berbeda terhadap kemunculan tunas. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah perlakuan mampu mendorong kemunculan tunas dalam waktu relatif cepat, yakni sekitar tujuh hingga delapan hari setelah tanam.
Kemunculan tunas lebih cepat ditemukan pada beberapa perlakuan, di antaranya penggunaan topsoil tanpa biostimulan, topsoil yang dikombinasikan dengan akar pakis, serta beberapa kombinasi media yang menggunakan Azzofos maupun mikoriza.
Sebaliknya, penggunaan arang sekam tanpa biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat. Pada tanaman yang berhasil tumbuh, kemunculan tunas dapat berlangsung hingga sekitar 28 hari.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa karakteristik media tanam menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam produksi benih, khususnya pada fase awal ketika tanaman mulai membentuk akar dan tunas.
Biostimulan Beri Respons Berbeda
Pengujian juga menunjukkan adanya perbedaan respons tanaman terhadap kombinasi media dan biostimulan pada berbagai umur pengamatan.
Pada 14 hari setelah tanam, sejumlah perlakuan mampu menghasilkan persentase pertumbuhan hingga sekitar 88,89 persen. Namun, terdapat pula perlakuan yang pada periode pengamatan tersebut belum menunjukkan pertumbuhan.
Berikan Komentar
Perda gabah y
2080
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia