Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Polinela Kembangkan Produksi Benih Jahe Adaptif Hadapi Perubahan Iklim
Lampungpro.co, 01-Sep-2026

Sandy 195

Share

Bibit tanaman Jahe yang diteliti oleh dosen Polinela agar kuat terhadap perubahan iklim | LAMPUNGPRO.CO/Ist

Menariknya, kondisi tersebut mengalami perubahan ketika pengamatan dilakukan pada umur 28 hari. Sebagian perbedaan pertumbuhan antarkombinasi perlakuan mulai mengecil.

Salah satu contohnya terlihat pada kombinasi arang sekam dengan mikoriza. Pada umur 14 hari, perlakuan tersebut belum menunjukkan pertumbuhan, tetapi pada umur 28 hari persentase tanaman yang tumbuh meningkat hingga sekitar 88,89 persen.

Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pertumbuhan yang lambat pada fase awal belum tentu menunjukkan kegagalan produksi benih. Respons tanaman dapat berubah seiring perkembangan waktu, sehingga evaluasi tidak cukup dilakukan hanya pada satu periode pengamatan.

Pada fase awal pertumbuhan, kondisi media menjadi faktor penting karena tanaman sedang membentuk sistem perakaran dan memulai pertumbuhan tunas. Karena itu, pemilihan media dan perlakuan pendukung perlu disesuaikan dengan karakteristik bahan serta kondisi lingkungan.

Dorong Produksi Benih Jahe yang Lebih Adaptif

Secara keseluruhan, penelitian tersebut menawarkan pendekatan produksi benih jahe yang menggabungkan informasi iklim dengan teknologi budidaya.

Proyeksi iklim digunakan untuk memahami kecenderungan kondisi lingkungan pada periode mendatang. Sementara modifikasi media tanam dan pemanfaatan biostimulan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, terutama pada fase awal produksi benih.

1 2 3 4 5

Berikan Komentar


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved