Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan mengetahui kondisi lingkungan yang diproyeksikan dan menyesuaikannya dengan teknologi produksi benih, petani maupun pengelola pembenihan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun strategi budidaya.
Konsep tersebut juga sejalan dengan prinsip climate-smart agriculture yang menekankan peningkatan produktivitas sekaligus penguatan ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
Ke depan, pendekatan ini masih dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai teknologi, seperti sistem peringatan dini berbasis informasi iklim, sensor kelembapan media tanam, hingga pengembangan formulasi biostimulan yang lebih spesifik untuk menghadapi kondisi lingkungan tertentu.
Melalui penelitian tersebut, Polinela menunjukkan bahwa pengembangan pertanian adaptif tidak hanya berkaitan dengan teknologi pada lahan produksi, tetapi juga dapat dimulai dari tahap paling awal, yakni bagaimana menghasilkan benih yang memiliki peluang tumbuh lebih baik dan mampu menghadapi dinamika lingkungan.
Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem produksi benih jahe yang lebih efisien, berbasis data, memanfaatkan sumber daya lokal, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pertanian Lampung yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. (***)
Berikan Komentar
Perda gabah y
2080
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia