Lampung membutuhkan sistem pengawasan yang mampu menutup celah dari sawah sampai pelabuhan, sekaligus sistem ekonomi yang membuat petani, penggilingan, pedagang dan konsumen sama-sama memiliki ruang untuk hidup.
Kalau tidak, slogan “ketahanan pangan” hanya akan menjadi kalimat besar di atas kertas. Sementara di lapangan, petani bingung menjual, penggilingan bingung berproduksi, pedagang takut menentukan harga, dan konsumen tetap bertanya mengapa harga beras naik.
Jangan hanya tahan gabah di pintu Bakauheni. Tahan juga kebocoran nilai tambah Lampung agar tidak ikut menyeberang ke Jawa. (Opini-EdAi)
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
519
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia