Ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari perusahaan yang ikut membesarkan nama Ahmad justru akan kesulitan mempertahankan namanya sendiri.
Sebab kehidupan tidak berhenti ketika seseorang berhasil mencapai puncak.
Umri akhirnya meninggal dunia.
Kepergiannya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga ruang kosong yang tidak mudah diisi. Perusahaan harus tetap berjalan. Tagihan tidak ikut berkabung. Karyawan tetap membutuhkan penghasilan. Berita harus terus diterbitkan, sementara biaya operasional terus berjalan.
Andi dan tim yang tersisa mengambil alih tanggung jawab itu.
Mereka bukan Umri. Mereka tidak memiliki hubungan pribadi yang sama dengan Ahmad. Namun mereka mewarisi sesuatu yang lebih sulit daripada sekadar pekerjaan: sebuah kebiasaan untuk tetap mendukung orang yang dahulu dekat dengan pendiri perusahaan.
Mereka melanjutkan pemberitaan tentang Ahmad. Mereka menjaga komunikasi. Mereka berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Sayangnya, hubungan yang diwariskan tidak selalu mendapat tempat yang sama di hati orang yang menerimanya.
Ahmad kini seorang menteri. Kesibukannya bertambah, lingkaran pergaulannya berubah, dan semakin banyak orang ingin berada di dekatnya.
Perusahaan koran lain datang membawa penawaran. Media baru menawarkan jangkauan lebih luas. Orang-orang yang dahulu tidak mengenal Ahmad kini memiliki kesempatan duduk bersamanya, berbincang, berfoto, dan membangun kedekatan baru.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
1364
Polinela
1286
337
14-Oct-2026
1364
12-Oct-2026
1286
12-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia