Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama
Lampungpro.co, 14-Oct-2026

Admin 337

Share

Gambar hanya ilustrasi

Ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari perusahaan yang ikut membesarkan nama Ahmad justru akan kesulitan mempertahankan namanya sendiri.

Sebab kehidupan tidak berhenti ketika seseorang berhasil mencapai puncak.

Umri akhirnya meninggal dunia.

Kepergiannya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga ruang kosong yang tidak mudah diisi. Perusahaan harus tetap berjalan. Tagihan tidak ikut berkabung. Karyawan tetap membutuhkan penghasilan. Berita harus terus diterbitkan, sementara biaya operasional terus berjalan.

Andi dan tim yang tersisa mengambil alih tanggung jawab itu.

Mereka bukan Umri. Mereka tidak memiliki hubungan pribadi yang sama dengan Ahmad. Namun mereka mewarisi sesuatu yang lebih sulit daripada sekadar pekerjaan: sebuah kebiasaan untuk tetap mendukung orang yang dahulu dekat dengan pendiri perusahaan.

Mereka melanjutkan pemberitaan tentang Ahmad. Mereka menjaga komunikasi. Mereka berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Sayangnya, hubungan yang diwariskan tidak selalu mendapat tempat yang sama di hati orang yang menerimanya.

Ahmad kini seorang menteri. Kesibukannya bertambah, lingkaran pergaulannya berubah, dan semakin banyak orang ingin berada di dekatnya.

Perusahaan koran lain datang membawa penawaran. Media baru menawarkan jangkauan lebih luas. Orang-orang yang dahulu tidak mengenal Ahmad kini memiliki kesempatan duduk bersamanya, berbincang, berfoto, dan membangun kedekatan baru.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved