Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama
Lampungpro.co, 14-Oct-2026

Admin 340

Share

Gambar hanya ilustrasi

Namun setidaknya, mereka tidak lagi menggantungkan identitas perusahaan pada nama seorang pejabat.

Sebab perusahaan itu memiliki nama sendiri. Memiliki wartawan sendiri. Memiliki pembaca sendiri. Dan memiliki tanggung jawab yang tidak bisa diwariskan kepada siapa pun.

Umri pernah membantu Ahmad naik. Ahmad akhirnya mencapai takhta. Tetapi perusahaan yang dahulu ikut berjalan bersamanya harus menghadapi kenyataan bahwa sejarah persahabatan tidak selalu menjadi jaminan bagi masa depan.

Di Kerajaan Ababa, orang-orang mungkin masih mengingat Ahmad sebagai menteri yang berhasil. Sebagian mungkin juga mengingat Umri sebagai kawan yang pernah mendukungnya.

Tetapi Andi memilih mengingat keduanya dengan cara berbeda.

Umri dikenang karena pernah percaya kepada seorang kawan.

Ahmad akan dinilai dari apa yang dilakukannya ketika berkuasa.

Sedangkan perusahaan koran itu harus menentukan sendiri apakah ia ingin sekadar dikenang sebagai media yang pernah dekat dengan seorang menteri, atau dihormati sebagai media yang berani menjalankan tugasnya.

Pada akhirnya, Andi tidak ingin menjatuhkan Ahmad. Ia hanya tidak ingin perusahaan yang diwariskan Umri kehilangan jati dirinya demi menjaga hubungan yang telah berubah.

Sebab ada perbedaan antara kehilangan seorang kawan dan kehilangan diri sendiri.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved