Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama
Lampungpro.co, 14-Oct-2026

Admin 340

Share

Gambar hanya ilustrasi

Sementara itu, perusahaan milik Umri perlahan berada di pinggir cerita.

Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada pengumuman bahwa persahabatan telah berakhir. Tidak pula ada pintu yang secara resmi ditutup.

Hubungan itu hanya semakin jarang terasa.

Telepon yang dahulu mudah tersambung kini tidak selalu mendapat jawaban. Perhatian yang dahulu terasa dekat kini digantikan kesibukan. Dan dukungan yang selama ini diberikan perusahaan seperti berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi perlu diingat.

Mungkin Ahmad memang terlalu sibuk untuk menyadarinya. Mungkin baginya, semua berjalan sebagaimana mestinya. Ia bekerja, perusahaan koran itu juga bekerja. Tidak ada masalah yang perlu dibicarakan.

Tetapi bagi Andi, ada sesuatu yang perlahan hilang.

Bukan sekadar akses kepada seorang menteri.

Melainkan perasaan bahwa kerja keras mereka pernah memiliki arti bagi orang yang mereka dukung.

Perusahaan mulai terseok-seok. Pemasukan tidak sebanding dengan kebutuhan operasional. Tim harus memikirkan cara bertahan, mencari pemasang iklan, menawarkan kerja sama, dan memastikan koran tetap hidup.

Di tengah semua itu, mereka menyaksikan Ahmad terus bergerak di lingkaran kekuasaan, dikelilingi orang-orang dan perusahaan yang semakin beragam.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved