Sementara itu, perusahaan milik Umri perlahan berada di pinggir cerita.
Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada pengumuman bahwa persahabatan telah berakhir. Tidak pula ada pintu yang secara resmi ditutup.
Hubungan itu hanya semakin jarang terasa.
Telepon yang dahulu mudah tersambung kini tidak selalu mendapat jawaban. Perhatian yang dahulu terasa dekat kini digantikan kesibukan. Dan dukungan yang selama ini diberikan perusahaan seperti berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi perlu diingat.
Mungkin Ahmad memang terlalu sibuk untuk menyadarinya. Mungkin baginya, semua berjalan sebagaimana mestinya. Ia bekerja, perusahaan koran itu juga bekerja. Tidak ada masalah yang perlu dibicarakan.
Tetapi bagi Andi, ada sesuatu yang perlahan hilang.
Bukan sekadar akses kepada seorang menteri.
Melainkan perasaan bahwa kerja keras mereka pernah memiliki arti bagi orang yang mereka dukung.
Perusahaan mulai terseok-seok. Pemasukan tidak sebanding dengan kebutuhan operasional. Tim harus memikirkan cara bertahan, mencari pemasang iklan, menawarkan kerja sama, dan memastikan koran tetap hidup.
Di tengah semua itu, mereka menyaksikan Ahmad terus bergerak di lingkaran kekuasaan, dikelilingi orang-orang dan perusahaan yang semakin beragam.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
1365
Polinela
1287
340
14-Oct-2026
1365
12-Oct-2026
1287
12-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia