Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama
Lampungpro.co, 14-Oct-2026

Admin 342

Share

Gambar hanya ilustrasi

Andi kemudian menyadari sesuatu yang pahit: mereka terlalu lama menjaga hubungan dengan Ahmad, sampai hampir lupa menjaga masa depan perusahaan sendiri.

Suatu hari, ia mengumpulkan tim redaksi.

"Kita ini perusahaan media atau bagian dari rombongan seseorang?" tanyanya.

Tidak ada yang segera menjawab.

Andi melanjutkan, "Dulu kita mendukung Ahmad karena kita percaya kepadanya. Tetapi apakah itu berarti kita harus terus mendukung apa pun yang dilakukannya, bahkan ketika kita melihat ada yang perlu dikritik?"

Seorang wartawan menjawab, "Tetapi dia pernah dekat dengan Umri, Pak."

Andi mengangguk.

"Benar. Dan kita harus menghormati hubungan itu. Tetapi menghormati hubungan bukan berarti menggadaikan masa depan perusahaan."

Ia memandang timnya satu per satu.

"Umri sudah tiada. Ahmad sudah menjadi menteri. Lalu kita harus menjadi apa? Penjaga kenangan yang terus menunggu seseorang mengingat kita?"

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved