Andi kemudian menyadari sesuatu yang pahit: mereka terlalu lama menjaga hubungan dengan Ahmad, sampai hampir lupa menjaga masa depan perusahaan sendiri.
Suatu hari, ia mengumpulkan tim redaksi.
"Kita ini perusahaan media atau bagian dari rombongan seseorang?" tanyanya.
Tidak ada yang segera menjawab.
Andi melanjutkan, "Dulu kita mendukung Ahmad karena kita percaya kepadanya. Tetapi apakah itu berarti kita harus terus mendukung apa pun yang dilakukannya, bahkan ketika kita melihat ada yang perlu dikritik?"
Seorang wartawan menjawab, "Tetapi dia pernah dekat dengan Umri, Pak."
Andi mengangguk.
"Benar. Dan kita harus menghormati hubungan itu. Tetapi menghormati hubungan bukan berarti menggadaikan masa depan perusahaan."
Ia memandang timnya satu per satu.
"Umri sudah tiada. Ahmad sudah menjadi menteri. Lalu kita harus menjadi apa? Penjaga kenangan yang terus menunggu seseorang mengingat kita?"
Berikan Komentar
Bandar Lampung
1365
Polinela
1287
342
14-Oct-2026
1365
12-Oct-2026
1287
12-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia