Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Go International, Bandara Blimbingsari Berubah Jadi Bandara Banyuwangi
Lampungpro.co, 20-Oct-2017

1411

Share

Banyuwangi, Bandara Blimbingsari, Bupati Abdullah Azwar Anas, Menteri Pariwisata Arief Yahya

BANYUWANGI (Lampungpro.com):  Bandara Blimbingsari akan diganti nama menjadi Bandara Banyuwangi. Pergantian nama bandara ini dinilai lebih efektif dalam mempromosikan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia saat bandara ini menjadi bandara internasional pada 2018 nanti.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pergantian nama tersebut sudah ditetapkan melalui surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 830 tahun 2017, Bandara Blimbingsari akan berganti nama menjadi Bandara Banyuwangi.

"Pergantian nama dilakukan agar masyarakat Indonesia dan dunia lebih mengenal lagi Banyuwangi. Nama Banyuwangi lebih banyak dikenal dibandingkan Blimbingsari. Sudah banyak juga bandara yang langsung menggunakan nama kotanya, ujar Bupati Anas, Kamis (19/10).

Bupati Anas mengungkapkan, Blimbingsari sendiri hanyalah nama kecamatan di Banyuwangi, tempat bandara tersebut berdiri. Menurut Anas, nama Banyuwangi lebih menyimpan banyak cerita, mengandung legenda dan banyak yang bisa digali dari nama Banyuwangi.

"Nama Banyuwangi lebih mudah diingat dan memiliki banyak makna karena mengandung banyak cerita yang sudah melegenda," ujar Bupati Anas.

Bandara yang dipersiapkan bisa menampung sekitar 250 ribu penumpang per tahun itu sudah memasuki tahap finishing. Secara desain, Bandara Blimbingsari banyak mendapat apresiasi dari pusat. Pemkab Banyuwangi yang melibatkan arsitek handal dalam setiap detail pengerjaannya dinilai kreatif.

"Bandara dikembangkan bukan semata-mata sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga pendongkrak pariwisata yang memberikan harapan baru bagi Indonesia yang tengah mendorong pariwisata," ujar Bupati Anas.

Ketika memasuki kawasan Bandara Blimbingsari, kita akan disuguhi bangunan hijau berlantai dua beratapkan rumput. Jika dilihat dari atas atau pinggir, model terminal serupa dengan udeng, penutup kepala khas Banyuwangi.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved