Ketika saya gagal pada seleksi pertama, saya kembali ke lingkungan yang kurang mendukung. Ada teman-teman yang mengatakan bahwa saya sebaiknya mencoba jalur lain, bahwa Akpol “terlalu berat” untuk orang seperti saya. Saya nyaris mempercayainya. Namun pada tahun kedua, saya bertemu sekelompok orang berbeda: mereka yang juga sedang berjuang, yang juga pernah gagal, dan yang memilih untuk tetap bergerak. Di antara mereka, saya menemukan energi yang berbeda. Kami tidak saling menjatuhkan. Kami saling mengangkat.
Ada pepatah lama dalam bahasa Inggris yang berbunyi: "you are the average of the five people you spend the most time with." Saya tidak menelan kalimat itu mentah-mentah, sebab manusia jauh lebih kompleks dari sekadar rata-rata. Namun ada kebenaran yang tidak bisa saya nafikan: lingkungan membentuk kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter. Ketika saya dikelilingi oleh orang-orang yang disiplin, saya jadi lebih disiplin. Ketika saya bergaul dengan mereka yang gemar belajar, saya jadi lebih haus ilmu. Dan ketika saya berada di tengah orang-orang yang berintegritas, godaan untuk melakukan jalan pintas terasa jauh lebih mudah untuk ditolak.
Di Akademi, sistem kelompok dan regu yang kami jalani bukan kebetulan. Ia adalah desain pedagogis yang cerdas: kami belajar bahwa keberhasilan individual tidak bisa dilepaskan dari kualitas tim. Dalam dunia kepolisian yang sesungguhnya, seorang perwira tidak bekerja sendirian. Ia adalah bagian dari rantai komando, bagian dari satuan, dan bagian dari ekosistem besar yang saling bergantung. Maka kemampuan memilih rekan yang tepat, membangun kepercayaan bersama, dan menjaga satu sama lain dari perilaku menyimpang adalah kecakapan yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Saya ingin berbicara jujur kepada adik-adik yang akan memasuki dunia ini: pilih pertemanan dengan cermat, bukan berdasarkan popularitas atau keuntungan sesaat, melainkan berdasarkan nilai-nilai yang kalian pegang bersama. Bergaullah dengan orang yang menantang kalian untuk menjadi lebih baik, bukan yang membuat kalian merasa nyaman dalam kemalasan. Dalam karir yang panjang, your network is your net worth bukan dalam arti transaksional, melainkan dalam arti bahwa orang-orang yang kalian percaya dan yang mempercayai kalian akan menjadi benteng pertama ketika tekanan dan godaan datang.
Lebih dari itu, saya percaya bahwa lingkungan pertemanan yang sehat adalah vaksin terkuat melawan korupsi dan penyimpangan. Banyak kasus yang akhirnya merusak nama institusi bermula dari lingkaran pergaulan yang salah: sedikit demi sedikit, standar moral diturunkan, kompromi kecil dianggap wajar, sampai akhirnya batas antara benar dan salah menjadi kabur. Sebaliknya, ketika kita dikelilingi oleh teman-teman yang saling mengingatkan, yang berani berkata “itu tidak benar” bahkan kepada sahabat sendiri, maka karakter akan lebih mudah terjaga. Integritas bukan hanya soal keberanian sendirian. Ia juga soal berada di lingkungan yang mendukung kita untuk tetap jujur.
Saya juga percaya bahwa perwira masa depan harus menjadi lifelong learner: seseorang yang tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya. Dunia berubah dengan cepat. Kejahatan berwajah baru setiap dekade. Hari ini kita menghadapi terorisme siber, kejahatan lintas negara, dan disinformasi digital tantangan yang tidak pernah ada dalam buku pelajaran para senior kita dua puluh tahun lalu. Maka seorang perwira yang berhenti belajar begitu ia menerima baret pertamanya, sesungguhnya sedang mulai tertinggal. Belajar bukan hanya kewajiban taruna. Ia adalah kewajiban seumur dinas.
Berikan Komentar
315
01-Jul-2026
481
30-Jun-2026
463
30-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia