Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tim Dosen Polinela Kembangkan Monopoli Gizi untuk Pelajar
Lampungpro.co, 16-Sep-2026

Sandy 1038

Share

Dosen Polinela saat mengajarkan monopoli sebagai media edukasi gizi | LAMPUNGPRO.CO/Ist

METRO (Lampungpro.co) : Edukasi tentang makanan bergizi bagi remaja tidak selalu harus dilakukan melalui metode pembelajaran konvensional. Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mencoba pendekatan berbeda dengan memanfaatkan permainan Monopoli sebagai media edukasi gizi sekaligus mengajak siswa lebih sadar terhadap makanan yang terbuang.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian bertajuk GEMBIRA GIZI (Gamifikasi Edukasi Makan Bergizi dan Anti Sisa Makanan) melalui Permainan Monopoli Gizi pada Remaja di Kota Metro.

Penelitian ini dilakukan tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis Polinela yang diketuai Yunilla Prabandari, S.Gz., M.Gizi, bersama Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gz. dan Yeti Rahelli, M.K.M.

Sebanyak 70 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Metro dilibatkan dalam penelitian tersebut. Para siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing terdiri dari 35 orang.

Kelompok pertama mendapatkan edukasi gizi menggunakan media permainan Monopoli Gizi. Sementara kelompok lainnya memperoleh materi edukasi melalui metode konvensional dengan menggunakan leaflet.

Tidak hanya mengukur pemahaman siswa, tim peneliti juga melakukan penimbangan terhadap sisa makanan sebelum dan setelah pemberian edukasi. Evaluasi kemudian dilakukan satu bulan setelah intervensi untuk melihat perubahan yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang bermakna, terutama pada tingkat pengetahuan siswa yang mengikuti edukasi menggunakan permainan Monopoli Gizi.

Ketua tim peneliti, Yunilla Prabandari, mengatakan penggunaan permainan merupakan upaya menghadirkan metode edukasi yang lebih dekat dengan karakter remaja. Melalui konsep gamifikasi, materi mengenai gizi diharapkan tidak terasa monoton sehingga lebih mudah diterima siswa.

“Melalui pendekatan gamifikasi, kami ingin edukasi gizi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong kebiasaan makan yang lebih baik, termasuk mengurangi makanan yang terbuang,” ujar Yunilla.

Menurutnya, edukasi mengenai makanan bergizi perlu diikuti dengan pembentukan kebiasaan makan yang baik. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran siswa untuk mengonsumsi makanan yang telah mereka ambil sehingga jumlah makanan yang tersisa dapat ditekan.

Kepala SMP Negeri 2 Metro, Martati, S.Pd., M.Pd., menyambut positif pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menilai penggunaan permainan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa.

“Harapannya, siswa tidak hanya memahami pentingnya makanan bergizi, tetapi juga semakin sadar untuk menghabiskan makanan yang diberikan. Terutama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), semoga makanan yang sudah disediakan dapat dikonsumsi dengan baik sehingga tidak banyak yang tersisa,” ujar Martati.

Penelitian GEMBIRA GIZI tersebut dilaksanakan selama periode April hingga Agustus 2026. Kegiatan ini memperoleh pendanaan nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Tahun Anggaran 2026.

Melalui penelitian tersebut, tim Polinela tidak hanya mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik bagi remaja, tetapi juga menghubungkan edukasi gizi dengan persoalan sisa makanan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran siswa agar makanan yang tersedia tidak terbuang percuma. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7975


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved