Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Tim Peneliti Polinela Kembangkan Sistem Kasir Cerdas Berbasis Intelligent Agent
Lampungpro.co, 17-Sep-2026

Sandy 241

Share

Tim peneliti polinela saat memaparkan mengenai Intelligent Agent untuk sistem kasir | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus mendorong transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung. Salah satunya diwujudkan melalui inovasi Point of Sale (POS) cerdas berbasis intelligent agent atau agen cerdas.

Teknologi tersebut dirancang tidak sekadar menjadi alat pencatat transaksi, tetapi mampu mengolah data secara otomatis untuk membantu pelaku UMKM memahami kondisi usaha, membaca tren penjualan, hingga memperoleh rekomendasi dalam pengambilan keputusan bisnis.

Penelitian ini didanai melalui skema DIPA Polinela dan dikembangkan untuk menjawab masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital di kalangan UMKM. Padahal, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk dalam kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian pelaku usaha telah menggunakan teknologi untuk pemasaran, namun pemanfaatan sistem informasi manajemen untuk mengelola dan menganalisis kegiatan usaha masih relatif terbatas.

Kondisi tersebut juga terlihat dari penggunaan sistem kasir konvensional yang umumnya masih berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi. Data yang terkumpul belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menghasilkan analisis maupun prediksi yang dapat membantu pelaku usaha menentukan strategi bisnis.

Melihat kondisi itu, tim peneliti Polinela mengembangkan sistem POS dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui agen cerdas yang dapat bekerja secara otonom dalam mengolah data usaha.

Ketua Tim Peneliti, Tri Sandhika Jaya, mengatakan sistem tersebut dikembangkan menggunakan arsitektur microservices berbasis cloud. Pendekatan tersebut dipilih agar sistem tetap ringan dan dapat digunakan secara efisien dari sisi biaya maupun kebutuhan infrastruktur komputasi.

“Sistem kasir cerdas ini tidak hanya memproses transaksi, tetapi juga mampu memproses data secara otonom untuk analisis penjualan secara real-time, memprediksi tren omzet, hingga memberikan rekomendasi bisnis otomatis,” ujar Tri Sandhika Jaya.

Dalam proses pengembangannya, tim menerapkan metode Lean Startup melalui siklus Build-Measure-Learn. Pendekatan tersebut memungkinkan sistem terus dikembangkan berdasarkan hasil pengujian dan kebutuhan pengguna di lapangan.

Penelitian tersebut menetapkan sejumlah indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI). Dari sisi kecepatan, sistem ditargetkan mampu menyelesaikan transaksi dalam waktu kurang dari satu detik.

Sementara dari aspek kecerdasan sistem, model machine learning ditargetkan memiliki tingkat akurasi lebih dari 90 persen dalam melakukan prediksi penjualan. Adapun tingkat kepuasan dan kemudahan penggunaan (usability) ditargetkan mencapai minimal 80 dari skala 100.

Untuk menguji penerapannya secara langsung, tim peneliti melibatkan Cikoko Living Indonesia, sebuah UMKM produsen bean bag yang telah berdiri sejak 2020.

Melalui penerapan sistem tersebut, proses pencatatan usaha yang sebelumnya dilakukan secara semi-manual menggunakan spreadsheet diarahkan menjadi sistem yang lebih otomatis. Data transaksi tidak hanya tersimpan sebagai catatan, tetapi juga dapat diproses untuk menghasilkan informasi analitik.

Dengan demikian, pelaku usaha dapat memperoleh gambaran mengenai aktivitas penjualan berdasarkan data yang terkumpul. Sistem juga dikembangkan agar mampu memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan usaha.

Pengembangan inovasi ini melibatkan kolaborasi antara akademisi dan mahasiswa Polinela. Tim terdiri dari Rima Maulini yang memiliki keahlian di bidang digital marketing, Dwirgo Sahlinal sebagai spesialis database, serta dua mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika, Fathir Kausar dan M Putara Meca Abzanro.

Selain sistem POS cerdas, pengembangan ekosistem digital tersebut juga didukung IBC Store, sebuah platform yang menggabungkan aplikasi ERP dan direktori toko UMKM berbasis Laravel. Platform tersebut melengkapi kebutuhan UMKM dalam pengelolaan data, analitik, serta penyusunan laporan keuangan.

Integrasi berbagai teknologi tersebut diharapkan dapat membuat proses digitalisasi UMKM tidak berhenti pada pencatatan transaksi. Data yang selama ini hanya tersimpan sebagai riwayat penjualan dapat dikembangkan menjadi sumber informasi untuk membantu pelaku usaha memahami perkembangan bisnisnya.

Melalui penelitian ini, Polinela berupaya mempertemukan hasil riset akademik dengan kebutuhan pelaku UMKM di lapangan. Pengembangan POS berbasis agen cerdas juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam aktivitas bisnis skala kecil dan menengah. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7903


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved