JAKARTA (Lampungpro.com) : Temuan kenaikan jumlah berita bohong atau hoax usai Pemilu 2019 disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mesin pengais milik Kemenkominfo atau yang dikenal dengan Ais, mendeteksi ada 64 hoax terkait Pemilu 2019 yang beredar dalam kurun 3 hari, yakni 18 April 2019 20 April 2019.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, mengatakan setiap konten yang berbau kampanye akan dilaporkan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Pelaporan konten itu untuk mendapatkan validasi, apakah melanggar aturan atau tidak. Kalau melanggar, menurut Semuel, sebagai sanksi administratif, Kementerian akan meminta platform melakukan take down. "Jika pelanggaran diulangi, kami akan meminta agar akun tersebut di-suspend, ujar dia.
Salah satu hoax terkait Pemilu 2019 yang berhasil dikais tersebut adalah data di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang mengatakan bahwa formulir C1 yang didokumentasikan dikirim ke pusat data Mabes TNI oleh para Babinsa-Koramil. Kabar yang beredar adalah formulir C1 yang didokumentasikan adalah pasangan 02 disebut-sebut memperoleh suara hingga 60 persen. Hoax tersebut terdeteksi pada 18 April 2019.
Dalam klarifikasinya, Kemenkominfo memastikan informasi tersebut tidak benar serta mempunyai maksud untuk menipu. Adapun klaim yang digunakan dalam hoax itu tidak memiliki validasi karena tidak menyertakan kejelasan sumber, seperti misalnya tautan.
Di hari kedua, yakni 19 April 2019, muncul postingan di akun media sosial milik Neno Warisman yang bertuliskan bahwa calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, adalah Rasul Allah S.W.T. Adapun, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 246 kali.
Dalam laporan Kemenkominfo, Neno Warisman disebutkan langsung memberikan video klarifikasi terkait dengan hal tersebut melalui akun Facebook pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, yakni Rekat Indonesia. Di dalam klarifikasinya, Neno menjelaskan bahwa akun yang memposting adalah akun palsu. Neno Warisman mengatakan dirinya tidak pernah menggunakan media sosial.
Setelah ditelusuri, akun tersebut terakhir aktif pada 29 Agustus 2019, di mana akun tersebut mengunggah foto Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, bersanding dengan tiga wanita yang sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Di hari ketiga, atau 20 April 2019, Kemenkominfo menemukan hoax lainnya. Hoax tersebut mengatakan calon Wakil Presiden dari pasangan nomor urut 02, Sandiaga Uno, diusir oleh Prabowo karena tidak setuju dengan rencana deklarasi. Terkait dengan hal tersebut, Tim Sandiaga, Yuga Aden Penuturan, mengatakan ketidakhadiran Sandiaga adalah lantaran kondisi kesehatan, di mana yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit.
Dalam penuturannya, Yuga menjelaskan Sandiaga sudah mengalami penurunan kondisi kesehatan ketika mengisi kegiatan di Media Center Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Sampai dengan saat ini, Sandiaga Uno dikabarkan masih dalam kondisi sakit.(**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16098
EKBIS
8702
Bandar Lampung
6064
114
04-Apr-2025
316
03-Apr-2025
359
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia