WAY KANAN (Lampungpro.com): Kabupaten Way Kanan merupakan daerah penghasil kakao terbesar kelima di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, kakao masih menjadi produk unggulan masyarakat petani setempat. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan, Bani Aras, mengatakan sejak 2007 hingga 2016, jumlah produksi kakao terus meningkat secara signifikan.
Bahkan, di tahun 2016 ini jumlah produksi kakao mencapai 3.518 ton per hektare. "Jumlah lahan pada 2007 seluas 982 hektare dan di 2016 bertambah menjadi 1.456 hektare, bahkan pada 2014 mengalami kenaikan lima persen," kata dia, Senin (12/6/2017).
Kabupaten Way Kanan, kata dia, berada di urutan kelima sebagai penghasil kakao terbesar di Lampung setelah Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Pesisir Barat. Diharapkan pada 2017 produksi kakao Way Kanan bisa meningkat antara 10 hingga 20 persen.
Dilansir Antara, menurut Bani, luas lahan kakao yang ada di 14 kecamatan di Way Kanan bervariatif dan ratarata luasnya sekitar 50 hektare sampai 195 hektare. Berdasarkan data, luas areal yang menghasilkan produksi kakao yaitu Kecamatan Rebangtangkas 170 hektare (ha), Kasui 165 ha, Bumiagung 165 ha, Waytuba 110 ha, Blambanganumpu 75 ha, Buaybahuga 75 ha.
Kemudian, Negarabatin (67), Pakuonratu (55), Negeriagung (55), Gununglabuhan (55), Negeribesar (55), Banjit (52), Baradatu (50), dan Kecamatan Bahuga 40 ha. Tahun ini, kami menargetkan tidak ada lagi areal lahan yang belum menghasil kakao, dan semuanya selesai di tahun 2017," kata dia.
Jumlah luas areal lahan kakao di Way Kanan yang belum menghasilkan seluas 117 ha, yang menghasilkan 1.189 ha, dan tanaman rusak 150 ha. Sedangkan untuk total seluruh areal di Kabupaten Way Kanan yaitu 1.456 hektare dengan produksi 3.518 ton. Dia berharap para petani bisa meningkatkan hasil produksi kakao yang ada di masing-masing kecamatan, agar posisi Kabupaten Way Kanan bisa meningkat menjadi tiga besar sebagai penghasil kakao di Lampung.
Mengenai harga jual kakao, Bani Aras menjelaskan tergantung kualitas, terutama kadar air dan bijinya. Namun, rata-rata petani menjual biji kakao dengan harga di kisaran Rp29.000/kg ke pedagang pengepul. Menurut dia, meski harga saat ini bertahan tinggi, tapi produktivitasnya turun akibat penyakit buah busuk yang menyerang tanaman sebelum panen. "Penurunan hasil panen kakao ini merata dialami semua petani. Hal itu karena tanaman kakao banyak yang terserang penyakit buah busuk sebelum siap panen, Bani Aras. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16534
EKBIS
9211
Lampung Selatan
5049
Bandar Lampung
4854
Bandar Lampung
4722
266
04-Apr-2025
334
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia