Bus sekolah bukan sekadar fasilitas tambahan. Ia adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan akses pendidikan yang aman. Dengan sistem transportasi yang terencana, anak-anak tidak perlu berebut ruang di angkot, apalagi mempertaruhkan keselamatan di jalan raya.
Ketiadaan inovasi di sektor ini menunjukkan adanya celah dalam perencanaan pembangunan. Digitalisasi tanpa diimbangi pembenahan infrastruktur dasar hanya akan melahirkan kemajuan yang timpang.
Kota bisa saja terlihat modern di permukaan, tetapi rapuh dalam hal-hal mendasar yang menyangkut kehidupan warganya.
Pemerintah daerah seharusnya melihat persoalan ini sebagai prioritas, bukan sekadar isu pinggiran.
Transportasi pelajar adalah investasi jangka panjang. Ia berkaitan langsung dengan keselamatan generasi muda, sekaligus mencerminkan kualitas tata kelola kota.
Sudah saatnya pendekatan lama ditinggalkan. Angkot, dengan segala keterbatasannya, tidak bisa terus dijadikan tumpuan utama bagi pelajar.
Tanpa pembaruan sistem, tanpa keberanian menghadirkan solusi baru seperti bus sekolah atau transportasi publik terintegrasi, maka risiko yang sama akan terus berulang setiap hari.
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
526
Kominfo LamSel
712
Kominfo LamSel
846
Bandar Lampung
651
304
23-Apr-2026
526
23-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia