BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan teknologi Smart Vertical Agriculture (SVA). Ini merupakan teknologi terbarukan yang mengandalkan software autonomous agent'.
Menurut Dekan FIK UBL, Ahmad Cucus, software ini mampu mengolah data dan aplikasi yang terintegrasi tentang budidaya bercocok tanaman menggunakan teknik hidroponik yang dikontrol sepenuhnya melalui sistem yang berbasis IOT (Internet of Things). SVA merupakan pengembangan teknologi modern pada sistem vertical garden agriculture," kata Cucus, di Bandar Lampung, Sabtu (2/6/2018).
Kontrol parameter pada tanaman dilakukan perangkat sensor dan penggunaan akuator untuk mengatur perlakuan pada sistem tersebut, meminimalisir peranan manusia, sehingga dapat mengurangi tenaga kerja dan otomatisasi kerja. Sensor yang diletakkan pada air akan mengirimkan data ke dalam server data berupa nilai dari masing masing yang didapatkan.
Selanjutnya akan memberikan informasi kepada kita melalui perangkat komputer perihal identifikasi suhu, nutrisi, dan kadar ph tanaman. Pembudidaya tanaman hidroponik tidak perlu lagi mengawasi tanaman langsung di tempat, karena dilengkapi perangkat kamera pemantau. Seluruh pengerjaan pertanian, seluruhnya dikerjakan mesin komputer termasuk pemantauan nutrisi, suplai, keasaman, dan perubahan suhu air, hingga standar baku pola pertaniannya, kata Cucus.
Sistem pada SVA ini bekerja pada standar dan aturan media tanam yang sesuai untuk tanaman. Setiap tanaman memiliki standar kebutuhan yang berbeda, sehingga sistem bertindak sebagai agen yang akan beradaptasi terhadap setiap tanaman yang ditemui untuk dikelola terkait dengan kebutuhan suhu, nutrisi dan kadar keasaman/basa pada air. Agen mengatur stabilitas kandungan air sehingga tanaman akan dapat berkembang dengan baik.
Teknologi SVA ini mendapatkan dana Hibah Pekerti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Januari 2017, karena termasuk jenis riset unik dan implementatif bagi kebutuhan manusia. Saat ini, aplikasi teknologi ini tengah dipersiapkan penggunaannya dalam pengembangan budidaya tanaman sayuran dan buah hidroponik.
Teknologi ini diterapkan Program Kampung Agro Widya Wisata, Lampu Kita di Kelurahan Sinar Harapan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Program ini merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) PLN Peduli berkolaborasi dengan masyarakat dan UBL. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16187
EKBIS
8793
Bandar Lampung
6153
137
04-Apr-2025
136
04-Apr-2025
209
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia