SUMBER REJO (Lampungpro.com): Senyum para petani Pisang Mas Tanggamus makin sumringah setelah mampu menembus pasar eskpor ke China. Maklum, sebelum dieskpor petani menjual pisang dengan harga Rp1.000/kg untuk pasar domestik.
Dengan perlakuan khusus untuk ekspor dapat dijual ke koperasi seharga Rp2.500/kg. Dengan perlakuan guna penuhi persyaratan ekspor, petani bisa mendapat nilai tambah, kata Soleh, Ketua Koperasi Produsen Hijau Makmur, saat ekspor perdana 61 ton Pisang Mas Tanggamus ke China, di Desa Sumbermulyo, kecamatan Sumber Rejo, Tanggamus, Selasa (24/4/2018).
Balai Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, menyatakan Pisang Mas Tanggamus layak ekspor. Perjuangan petani ini, bukan hal mudah. Selain mendapat bimbingan teknis dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, petani dapat ilmu dari PT Great Giant Pinneapple (GGP), yang terkenal di mancanegara dengan komoditas pisang Cavendish.
Kini, komoditas ekspor pisang Lampung tak hanya Cavendish. Pisang Mas Tanggamus jadi primadona baru yang bakal merebut hati konsumen internasional. Kelompok Tani Hijau Makmur yang beranggotakan 275 petani asal Desa Sumbermulyo, berhasil membudidayakan Pisang Mas yang sesuai kebutuhan ekspor. Menurut Mudjianto, Ketua Kelompok Tani Tani Hijau Makmur, usaha tani yang dilakukan bersama anggota kelompoknya merupakan sinergi kemitraan dengan PT GGP.
Luas lahan pisang Mas Tanggamus yang dikelola secara kemitraan mencapai 210 ha, dan akan terus ditingkatkan menjadi 300 ha di 2018 seluas 600 ha di 2019 dan 2020 seluas 1.000 ha. Menurut Welly Sugiono, Direktur Urusan Hubungan Pemerintahan PT GGP, dengan luas lahan tersebut diharapkan terus terjadi penIngkatan produksi dari 137 ton pada 2017 dan naik bertahan hingga 20 ribu ton di 2020. Saat ini produksi masih untuk pasar domestik dan terus dialokasikan hingga 75% pisang Mas Tanggamus ini untuk ekspor, agar petani mendapat nilai tambah, kata Welly.
Kemitraan ini dibangun agar petani dapat menerapkan standar ekpor pisang PT GGP yang diakui di Jepang, Korea, Eropa, hingga Timur Tengah. PT GGP sukses mengantarkan jenis pisang Cavendish memasuki pasar mancanegara sejak beberapa tahun silam. Dari data ekspor menunjukan tren peningkatan, tercatat di 2017 volume ekspor pisang Cavendish asal Provinsi Lampung berjumlah 14.757 ton dan triwulan pertama tahun 2018 berjumlah 5.581 ton.
Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini menyampaikan apresiasi yang tinggi atas bentuk kemitraan yang terjalin. Jajaran Badan Karantina Pertanian berperan aktif mendorong akselerasi ekspor melalui diplomasi harmonisasi peraturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor. "Kami juga memberikan layanan inline inspection, pelayanan sertifikasi jaminan kesehatan tumbuhan (PC-Phytosanitary Certificate) serta memfasilitasi sarana kegiatan ekspor produk pertanian," kata Banun Harpini.
Sebelum masuk pasar mancanegara, petani mendapat pendampingan agar standar mutu pisang dapat memenuhi persyaratan karantina negara tujuan melalui penetapan instalasi karantina tumbuhan yang dikhususkan untuk eskpor komoditas buah pisang segar. "Keberadaan instalasi karantina tumbuhan memberikan kemudahan dan mendorong percepatan ekspor komoditas pisang. Kegiatan ekspor dapat langsung dilakukan di kebun atau farm tanpa mengabaikan persyaratan yang diminta negara tujuan," kata Banun Harpini. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17427
723
06-Apr-2025
413
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia