Mayang juga mendorong adanya kolaborasi antara sekolah dengan instansi terkait, khususnya yang menangani perlindungan perempuan dan anak, guna memberikan pendampingan psikologis kepada seluruh pihak yang terdampak.
"Pendampingan mental dan psikologis sangat penting agar anak-anak yang terlibat dapat pulih dengan baik serta terhindar dari trauma berkepanjangan," kata Mayang.
Selain itu, ia meminta sekolah melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap peserta didik yang menunjukkan perubahan sikap atau mengalami permasalahan sosial di lingkungan pergaulan.
Menurut Mayang, berbagai bentuk perundungan, ejekan, maupun konflik antarteman perlu ditangani sejak dini karena berpotensi memicu dampak yang lebih serius jika dibiarkan.
Kepala SMPN 44 Bandar Lampung, Udina, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta berbagai pihak terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh sekolah, insiden itu diduga berawal dari konflik antarpeserta didik yang telah berlangsung sebelumnya. Namun demikian, seluruh proses penanganan tetap diserahkan kepada pihak berwenang dengan mengedepankan pendekatan perlindungan anak.
"Sejak kejadian berlangsung, kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan kepada semua anak yang terlibat," ujar Udina.
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
784
KOPI PAHIT
882
300
02-Jun-2026
602
02-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia