Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kopi Lampung Harus Sejajar Toraja dan Gayo
Lampungpro.co, 21-Jan-2017

Amiruddin Sormin 1303

Share

JAKARTA (Lampro): Pakar dan praktisi pariwisata Sapta Nirwandar meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menaikkan derajat kopi Lampung sejajar dengan kopi Toraja atau kopi Gayo. Mantan Wakil Menteri Pariwisata itu berharap Pemprov Lampung membuka gerai kopi Lampung di Jakarta sebagai etalase sekaligus menaikkan pamor.

"Selama ini kopi Lampung kan cuma dijadikan oleh-oleh. Dibungkus kertas kopi dan cuma kopi hitam. Jangan cuma bangga sebagai eksportir kopi terbesar karena yang menikmatinya hanya eksportir dan negara importir. Sudah saatnya kopi Lampung mampu memberi nilai tambah," kata Sapta Nirwandar di Jakarta, pekan lalu.'

Membuka gerai, menurut mantan Dirjen Pemasaran Pariwisata ini, merupakan yang terbaik daripada sistem titip menu di kafe atau restoran. "Pemprov Lampung jangan berfikir untung dulu. Keuntungan terbesar itu bukan dari hasil jual minuman kopi, tapi dari brand yang akhirnya berpulang ke petani dan masyarakat Lampung. Itu keuntungan sesungguhnya," kata Sapta.

Sejauh ini, kata dia, baru kopi Toraja dan Gayo yang berani buka gerai di Jakarta. Dia berharap Pemprov Lampung berani berinovasi. Apalagi sekarang banyak racikan kopi robusta dari Lampung yang bisa diperkenalkan ke nasional. "Jangan sampai masyarakat hanya mengenal kopi hitamnya saja. Banyak kreasi bermunculan yang bisa bersaing ke tingkat nasional," kata Sapta.

Terkait hal ini, Khairullah produsen Kopi Ghalkoff di Bandar Lampung, menilai ajakan Sapta Tersebut patut disambut mengingat kemampuan mengolah kopi makin meningkat. "Dulu memang orang takut minum kopi robusta karena tingkat keasamannya tinggi. Tapi sekarang masalah itu bisa diatasi dengan fermentasi, sehingga kadar asamnya turun, bahkan melebihi kopi Toraja atau Gayo yang berbahan kopi arabika," kata Khairullah.

Khairullah yang lama membina petani kopidi Fajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, mengatakan untuk menurunkan kandungan kafein hingga 0,72%, digunakan teknologi fermentasi mikroba-mikroba aktif yang mampu memproduksi enzim proteolitik. "Teknik ini yang dapat menimbulkan efek luwak dan efek herbal secara alami dari manfaat kopi yang sebenarnya dan ini telah diuji melalui penelitian. Dengan kata lain, kita dapat menikmati kopi luwak tanpa binatang luwak, yang kehalalannnya diragukan banyak pihak. Kopi fermentasi ini halal dan baik untuk kesehatan," kata Khairullah. (R1)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved