Setelah mempertimbangkan kombinasi karakteristik fisik dan kimia yang dihasilkan, tim peneliti menetapkan perlakuan HMT pada suhu 120 °C selama tiga jam (P3) sebagai kondisi yang paling optimal.
Pada perlakuan tersebut, tepung kulit singkong memiliki nilai swelling power sebesar 17,32 persen, solubilitas 40,07 persen, dan viskositas 186 cP.
Sementara dari sisi karakteristik kimia, perlakuan P3 menghasilkan kadar air 2,54 persen, kadar abu 2,75 persen, kadar lemak 1,99 persen, kadar protein 5,62 persen, kadar karbohidrat 87,10 persen, serta kadar pati 51,95 persen.
Pemilihan suhu 120 °C dinilai lebih seimbang dibandingkan perlakuan pada suhu 140 °C. Meskipun suhu 140 °C mampu menghasilkan nilai kadar air, swelling power, solubilitas, dan viskositas yang lebih rendah, modifikasi yang terlalu kuat tidak selalu memberikan hasil terbaik untuk seluruh kebutuhan aplikasi pangan.
Sebaliknya, perlakuan pada suhu 120 °C dinilai mampu menghasilkan keseimbangan antara penurunan viskositas dan swelling power dengan kemampuan hidrasi serta kandungan pati yang masih relatif tinggi.
Karakteristik tersebut membuka peluang penggunaan tepung kulit singkong termodifikasi untuk produk pangan yang membutuhkan viskositas lebih rendah, ketahanan panas yang lebih baik, serta struktur granula pati yang lebih stabil terhadap pengembangan.

Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
19382
Bandar Lampung
997
Kominfo Lampung
1044
Bandar Lampung
1034
Humaniora
968
Kominfo Balam
1062
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia