Hasil penelitian ini sekaligus membuka ruang untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Salah satu tahapan yang dapat dilakukan adalah menguji tepung kulit singkong hasil modifikasi HMT secara langsung dalam berbagai formulasi produk pangan.
Pengujian pada produk akhir diperlukan untuk melihat sejauh mana karakteristik tepung hasil perlakuan HMT, khususnya pada suhu 120 C, dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas, tekstur, stabilitas, maupun penerimaan produk pangan.
Jika pengembangan tersebut berhasil, pemanfaatan kulit singkong tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah agroindustri, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi sektor pertanian dan pengolahan pangan.
Inovasi tersebut juga sejalan dengan upaya meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui pendekatan teknologi. Singkong yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung tidak hanya dapat dimanfaatkan bagian umbinya, tetapi juga hasil samping pengolahannya.
Dengan demikian, kulit singkong berpeluang mendapatkan “kehidupan kedua” sebagai bahan baku pangan bernilai tambah, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan inovasi teknologi pangan dan pemanfaatan limbah pertanian secara lebih berkelanjutan di Provinsi Lampung. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
19382
Bandar Lampung
997
Kominfo Lampung
1044
Bandar Lampung
1034
Humaniora
968
Kominfo Balam
1062
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia