Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

PAD Kawasan Wisata Hutan Pinus Dlingo Rp700 Juta per Tahun
Lampungpro.co, 10-Jul-2017

Lukman Hakim 1480

Share

YOGYAKARTA (Lampungpro.com): Kawasan wisata hutan pinus di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu memberikan kontribusi ke pendapatan asli daerah pemerintah setempat sebesar Rp700 juta per tahun. "Setelah kawasan hutan pinus di Dlingo dibuka menjadi hutan wisata dua tahun terakhir PAD-nya sekitar Rp600 juta sampai Rp700 juta, tahun kemarin sekitar Rp700 juta," kata pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto di Bantul, Senin (10/7/2017).

Menurut dia, seperti dilansir Antara, perolehan pendapatan dari penarikan retribusi ke kawasan wisata hutan pinus itu lebih besar dibanding ketika sektor kehutanan itu disadap oleh Balai Pelestarian Hutan DIY sebelum kawasan itu dibuka jadi destinasi wisata. "Selama dua tahun terus menerus sebelum dibuka jadi wisata. Menurut keterangan pengelola balai, waktu disadap PAD masuk sebesar Rp300 juta, dengan begitu kan sudah lebih dari dua kali lipat pemasukannya," kata dia.

Namun demikian, kata Kwintarto, pendapatan wisata hutan pinus di beberapa lokasi di perbukitan Kecamatan Dlingo Bantul masuk ke PAD Pemda DIY. Karena, kawasan konservasi hutan pinus itu pengelolaannya di bawah instansi terkait di DIY. Tapi, kata dia, hal itu bukan menjadi persoalan bagi Pemkab Bantul yang wilayahnya punya kawasan itu.

Sebab, sektor pariwisata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dengan membuka jasa usaha. "Bisa dibayangkan sektor ekonomi yang bergerak di sana, baik pengelolaan homestay, kuliner hingga parkir. Hal itu bisa mengurangi kemiskinan, pengangguran berkurang. Sehingga kesajahteraan masyarakat meningkat," kata Kwintarto.

Untuk itu, kata dia, pengembangan sektor pariwisata di wilayah timur Kabupaten Bantul ini terus didorong pemkab agar makin berkembang dan menyejahterakan masyarakat. Hal ini tentunya juga diimbangi dengan peningkatan sarana dan pengelolaan kawasan wisata. "Pengembangan kawasan sudah dilakukan beberapa pengelola, termasuk ketua koperasi bagaimana yang sudah baik pariwisata di Dlingo dipertahankan. Kami  harap semua pengunjung yang datang semua disapa dilayani dengan baik," kata dia. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16099


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved