GEDONG TATAAN (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengikuti panen raya dan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari halaman Balai Desa Kutoarjo, Pesawaran, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan tersebut, juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja dan melakukan penandatanganan 11 kerja sama strategis bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Pada kegiatan itu, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan, khususnya beras, hanya dalam waktu satu tahun pemerintahan. Capaian tersebut, lebih cepat dari target awal empat tahun yang dicanangkan pemerintah.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Gubernur Lampung menyampaikan capaian nasional itu sejalan dengan kinerja sektor pertanian di Lampung. Produksi padi Lampung pada 2025 naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi lebih dari 3,2 juta ton.
"Alhamdulillah tahun 2025 produksi di Lampung naik hampir 15 persen. Tahun 2026 ini, kami targetkan naik lagi 15 sampai 20 persen, karena indeks pertanaman belum maksimal," kata Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur Mirza menjelaskan, peningkatan produksi akan didorong melalui optimalisasi indeks pertanaman serta penerapan pupuk organik cair secara merata mulai 2026. Menurutnya, kebijakan pupuk organik berpotensi menambah produksi hingga 10 persen.
Pemprov Lampung juga menjalin kerja sama strategis dengan Pemprov Jawa Tengah, melalui pertukaran komoditas, karena Lampung memasok gula, sementara Jawa Tengah memenuhi kebutuhan cabai dan bawang.
Di sisi perlindungan lahan, Gubernur Lampung juga menginstruksikan seluruh bupati untuk menginventarisasi dan mendaftarkan Lahan Baku Sawah (LBS), guna mencegah alih fungsi lahan pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni menyebutkan, 2025 sebagai tahun bersejarah bagi pertanian Lampung, karena berdasarkan data BPS, produksi padi Lampung mencapai 3,2 juta ton, dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), tertinggi sepanjang sejarah.
"Produksi beras Lampung pada 2025 tercatat 1,84 juta ton, naik 14,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian juga tumbuh 7,74 persen pada triwulan III 2025 dan berkontribusi 28,38 persen terhadap PDRB Lampung," sebut Elvira Umihanni.
Elvira menambahkan, NTP Lampung mencapai 129,33 pada November 2025, yang menandakan meningkatnya daya beli petani. Harga beras di Lampung pun stabil sesuai harga eceran tertinggi, didukung kebijakan pencegahan keluarnya gabah dari daerah.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemprov Lampung optimistis menatap 2026 sebagai penguatan peran Lampung sebagai lumbung pangan nasional, sejalan dengan agenda swasembada pangan dan ketahanan ekonomi nasional. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Bandar Lampung
649
Bandar Lampung
734
Pesawaran
726
649
08-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia