BANDA ACEH (Lampungpro.com): Melihat dataran tinggi Gayo selalu memiliki sensasi berbeda bagi siapapun yang mengunjunginya. Hawa yang dingin serta alam yang indah menjadi pemikat untuk melepas penat. Berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), Takengon sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah menyimpan berbagai keunggulan alam dan budaya, khususnya atraksi budaya.
Salah satunya kehadiran perlombaan tradisional pacuan kuda yang telah menjadi ikon dan tradisi turun temurun masyarakat di Gayo. Perlombaan Tradisional Pacuan Kuda dengan mengusung tema "Terus Berpacu Lestarikan Budaya Majukan Negeri" merupakan bagian dalam rangka menyambut HUT RI ke-72 yang akan diselenggarakan 21-27 Agustus di Lapangan Pacuan Kuda HM Hasan Gayo Belang Bebangka Pegasing, Aceh Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi mengatakan, bahwa dataran tinggi Gayo memiliki banyak ragam pesona alam dan budaya sebagai daya tarik wisata yang layak dijual dan dipromosikan kepada wisatawan nusantara dan mancanegara, salah satunya Perlombaan Tradisional Pacuan Kuda.
Perlombaan pacuan kuda merupakan atraksi wisata unggulan tahunan yang terangkum, baik dalam Calendar of Event Aceh, maupun Calendar of Event Kementerian Pariwisata RI. Ini menjadi triger dalam rangka mewujudkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2019, kata Reza Fahlevi, dalam siaran pers, yang diterima Lampungpro.com, Rabu (16/8/2017).
Kegiatan pacu kuda yang umumnya diikuti tiga kabupaten seperti Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues telah menjadi tradisi dan semangat dalam menyatukan masyarakat di dataran tinggi Gayo. "Kegiatan ini memiliki nilai dan semangat yang patut dijaga oleh masyarakat Gayo, terlebih lagi selalu diselenggarakan pascapanen padi dan menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas segala kerja keras dan keberhasilan yang dicapai oleh masyarakat setempat, tambah Reza.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, menambahkan adanya kegiatan perlombaan tradisional pacuan kuda di Takengon ini menjadi momen yang pas untuk promosikan wilayah dataran tinggi Gayo dengan berbagai potensi dan kekayaan alamnya.
Kita berharap, kegiatan ini tidak hanya mengajak wisatawan untuk menikmati sensasi unik pacuan kuda dengan kelihaian para joki tanpa pelana, tapi juga dapat mempromosikan daerah Gayo sebagai destinasi wisata agro dan adventure kepada wisatawan, ungkap Rahmadhani.
Tahun ini, sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di daratan tinggi Gayo akan ikut serta meramaikan perlombaan tradisional pacu kuda tersebut dan angka ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang hanya diikuti oleh 350 peserta. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16710
EKBIS
9403
Lampung Selatan
5244
Bandar Lampung
5036
Bandar Lampung
4899
173
05-Apr-2025
215
05-Apr-2025
199
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia