BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gebrakan Bank Indonesia (BI) atas tiga model pembayaran digital bersama industri nasional sebagai tindak lanjut lain QRIS, BI-Fast dan SNAP mengubah wajah transaksi di kota-kota besar, tak terkecuali di Bandar Lampung.
Berbelanja atau membayar jasa memakai aplikasi pembayaran digital QRIS (QR Code Indonesian Standard), tumbuh bak cendana di musim hujan. Cara bayar digital ini mulai dipakai di berbagai gerai, outlet, apotek, cucian mobil.
Menurut Sunaryo, staf di cucian mobil Azoya, Jalan Pramuka, Rajabasa Bandar Lampung, sejak memakai QRIS, transaksi makin lancar. Apalagi jasa cucian di sini bertarif Rp45 ribu yang mengharuskan mereka menyiapkan pecahan Rp5000 untuk uang kembali.
"Kami pakai QRIS karena umumnya pelanggan punya aplikasi dan internet banking. Sehingga, praktis dan cepat. Dulu mesti cari tukaran uang dulu karena rata-rata bayar pakai pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu," kata Sunaryo, Selasa (3/10/2023).
Apatek Enggal Jalan Radin Inten Bandar Lampung juga memutuskan memakai QRIS untuk mempercepat transaksi. Maklum, Apatek Enggal adalah apotek terbesar dan tersibuk di Lampung.
Kini di kaca kassa tersedia barcode QRIS yang terintegrasi dengan komputer kasir. Sehingga ketika proses pembayaran selesai langsung tertera di monitor kasir.
Keputusan memakai aplikasi QRIS menurut Branch Manager PT Tiki Jalur Nusantara Eka Kurir (JNE) Cabang Lampung, Ahmad Junaidi, demi keamanan dan kecepatan transaksi. Kini di setiap smartphone kurir ada barcode QRIS.
"Setiap kurir kami sarankan agar pembayaran melalui QRIS, terutama paket antaran cost on delivery (COD). yang dipesan pelanggan melalui e-commerce. Alhamdulillah pemakai jasa menyambut baik, terbukti transaksi pakai QRIS terus meningkat," kata Ahmad Junaidi yang dihubungi via WhatsApp.
Sebelumnya, kata Ahmad Junaidi, pembayaran COD, memakai uang tunai yang merepotkan kurir, karena harus bersiap dengan banyak pecahan rupiah untuk kembalian. Selain itu, sering juga transfer ke rekening pribadi kurir.
Pembayaran via rekening pribadi kurir ini, kata Ahmad Junaidi, amat riskan. Sehingga sejak setahun terakhir, pihaknya memutuskan untuk membekali barcode QRIS di setiap smartphone kurir, karena pembayaran langsung ke rekening PT JNE. "Ini cara pembayaran yang amat simpel dan aman," ujar pria yang mulai berkarir di JNE sejak 15 tahun lalu sebagai kurir itu
sistem pembayaran digitalisasi terus meningkat baik secara volume dan nilai transaksinya, dari 2020 ke 2022. Bank Indonesia mencatat, volume QRIS pada 2020 mencapai 124 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 8,2 triliun. Kemudian naik menjadi 375 juta transaksi pada 2021 dengan nilai transaksi sebesar Rp 27,73 triliun.
Pada 2022 volume dan nilai transaksi pada QRIS meningkat signifikan menjadi 993 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp98,45 triliun. Kemudian pada digital banking, pada 2020 volumenya mencapai 4,9 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp27,35 triliun, naik menjadi 7,7 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 40,8 triliun pada 2021. Terus melonjak pada 2022 dengan volume mencapai 11,7 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp52,37 triliun.
Melihat perkembangan data itu, transaksi digital adalah sebuah keniscayaan bagi seluruh manusia di dunia. Oleh karena itu, transaksional masa depan kelak tidak lagi menggunakan uang, tapi dilakukan secara digital.
So, mulai sekarang ganti dompetmu dengan uang digital. Aman, praktis, dan cepat. (***)
Reportase: Amiruddin Sormin
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16106
EKBIS
8710
Bandar Lampung
6072
124
04-Apr-2025
327
03-Apr-2025
368
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia