Polemik gabah Lampung di Pelabuhan Bakauheni sedang ramai. Satgas Pangan bersama unsur terkait melakukan pengawasan dan menghentikan kendaraan yang membawa gabah ke luar Lampung. Di sisi lain, muncul aksi protes dari pihak yang mengatasnamakan petani dan agen beras yang meminta agar distribusi gabah tidak dihalangi.
Di tengah polemik itu, muncul pula isu lain yang tak kalah ramai: harga beras di Lampung semakin mahal. Salah satu narasi yang berkembang adalah gabah Lampung keluar daerah, kemudian diolah di luar Lampung menjadi beras dan beras tersebut kembali masuk ke Lampung dengan harga lebih tinggi.
Narasi itu menarik. Tetapi jangan sampai kita terjebak hanya pada isu yang sedang viral di media sosial.
Pertanyaan yang jauh lebih penting justru: mengapa gabah masih bisa keluar Lampung, padahal sudah ada aturan yang mengaturnya dan pengawasan melibatkan berbagai unsur?
Ini yang harus kita jawab.
Sebab kalau benar gabah Lampung dapat keluar melalui berbagai jalur distribusi, persoalannya bukan lagi sekadar soal harga beras yang masuk kembali. Persoalannya adalah efektivitas tata niaga gabah Lampung itu sendiri.
Kita sudah memiliki regulasi. Pengawasan juga dilakukan. Bahkan Satgas Pangan bersama unsur lainnya turun ke lapangan.
Lalu mengapa gabah masih bisa keluar?
Berikan Komentar
193
04-Sep-2026
312
04-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia