Sistem yang membuat petani memperoleh harga yang layak, penggilingan Lampung tetap hidup, masyarakat mendapatkan beras dengan harga wajar, dan nilai tambah dari gabah Lampung sebisa mungkin tetap memberikan manfaat bagi Lampung.
Sebab pada akhirnya, persoalannya bukan hanya gabah keluar atau tidak keluar.
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Jika gabah Lampung tetap memiliki daya tarik bagi pasar luar daerah, apakah kita akan terus berusaha menahannya, atau mulai mencari cara agar perdagangan tersebut justru dapat dikendalikan secara legal, transparan, dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi Lampung?
Pertanyaan itulah yang layak dibawa ke meja diskusi.
Dan mungkin, sudah waktunya kita tidak hanya menjaga pintu keluar.
Kita perlu membenahi seluruh rantainya. (OPINI-EdAi)
Berikan Komentar
193
04-Sep-2026
313
04-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia