Karena itu, persoalan gabah Lampung tidak cukup diselesaikan dengan memperketat pintu keluar.
Pelabuhan hanyalah salah satu titik pengawasan.
Kalau akar persoalannya adalah perbedaan harga dan keuntungan, maka selama insentif ekonominya tetap ada, arus perdagangan akan selalu mencari jalannya.
Maka jangan sampai perhatian kita habis pada isu yang sedang viral: beras mahal karena gabah Lampung keluar, diolah di luar, kemudian masuk kembali ke Lampung.
Narasi tersebut tentu perlu diuji dengan data. Berapa sebenarnya gabah yang keluar? Ke mana tujuannya? Berapa yang diolah di luar Lampung? Berapa beras yang kemudian masuk kembali? Dan seberapa besar pengaruhnya terhadap harga beras di Lampung?
Namun, sebelum semua itu terjawab, ada pertanyaan yang lebih mendasar:
Mengapa gabah bisa keluar Lampung jika regulasi dan pengawasan sudah ada?
Berikan Komentar
191
04-Sep-2026
310
04-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia