Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lampung Terpilih Tuan Rumah Penas Petani Nelayan 2029, Gubernur Mirza: Momentum Perkuat Posisi Lumbung Pangan Nusantara
Lampungpro.co, 20-Jun-2026

Febri 44212

Share

Gubernur Lampung Bersama Anggota KTNA | Lampungpro.co/Dok Kominfo

GORONTALO (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVIII Tahun 2029, menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Lampung, sebagai lumbung pangan nasional sekaligus etalase kemajuan sektor pertanian Indonesia.

"Pertanian tulang punggung perekonomian Lampung, karena ebih dari dua juta kepala keluarga di Lampung, menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan," tegas Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Penas Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

Oleh karena itu, Gubernur Lampung pun siap menjadikan Penas di tahun 2029 sebagai ajang memperlihatkan kekuatan dan kemajuan pertanian Lampung kepada seluruh Indonesia.

Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII Tahun 2029, setelah memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang dilakukan peserta KTNA. Lampung meraih 29 suara, unggul atas Sumatera Utara yang memperoleh lima suara, dan Sulawesi Tengah yang memperoleh satu suara.

Gubernur menjelaskan, sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Dari sekitar 9,5 juta penduduk Lampung yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 225 kecamatan, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan turunannya.

Menurut Gubernur Mirza, letak geografis Lampung yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera, memberikan keuntungan tersendiri karena dekat dengan pasar utama nasional, khususnya Pulau Jawa. Kondisi tersebut, mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan daya saing produk petani Lampung.

Gubernur Mirza memaparkan, produksi padi Lampung saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun atau menempati peringkat keenam nasional.

Jumlah tersebut, meningkat sekitar 500.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya, seiring peningkatan indeks pertanaman dan dukungan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian.

Pemprov Lampung juga menargetkan produksi padi meningkat hingga 4 juta sampai 4,5 juta ton pada 2029. Target tersebut, diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas lahan, penguatan sarana produksi, serta dukungan infrastruktur pertanian yang semakin memadai.

Selain padi, Lampung merupakan produsen jagung terbesar kelima nasional dengan produksi sekitar 1,2 juta ton pertahun. Lampung juga menjadi sentra utama ubi kayu nasional, dengan kontribusi sekitar 70 persen produksi singkong Indonesia yang dikelola oleh hampir 500.000 keluarga petani.

Pengembangan sektor pertanian di Lampung tidak hanya berfokus pada produksi, tapi juga hilirisasi. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, lada, dan tebu, terus didorong agar menghasilkan nilai tambah melalui pengolahan industri sebelum dipasarkan.

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemprov Lampung menjalankan program unggulan DesaKu Maju, yang berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas dari tingkat desa.

Salah satu program prioritasnya, penyediaan fasilitas produksi pupuk organik cair di seluruh desa yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hingga 15-30 persen.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program bantuan alat pengering (dryer) bagi desa-desa sentra pertanian. Program ini bertujuan mengurangi penjualan komoditas dalam kondisi mentah, sekaligus meningkatkan posisi tawar petani melalui kualitas hasil panen yang lebih baik.

Terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Penas 2029, diharapkan tidak hanya memperkuat promosi sektor pertanian daerah, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata.

Pemprov Lampung optimistis, penyelenggaraan ajang nasional tersebut akan memberikan manfaat luas bagi petani, nelayan, pelaku usaha, serta masyarakat Lampung secara keseluruhan. (***).

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved