BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa, melalui program peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Inisiatif BCF untuk memperkuat peran BUMDes ini, sejalan dengan Program Desaku Maju yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
CEO BCF, Jimmy Muhammad Rifai Gani mengatakan, pihaknya selama ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan generasi muda melalui program beasiswa, penguatan kapasitas pemuda, hingga program campus leaders program, yang telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah.
Menurutnya, BCF juga tengah mengembangkan program baru yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa, melalui peningkatan kapasitas BUMDes.
Program tersebut, menggabungkan pendekatan pengembangan kepemimpinan, pendampingan usaha desa, serta metode pengukuran daya saing yang dikembangkan melalui Village Owned Enterprise Competitiveness Index (VECI).
"Kami melihat, BUMDes memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun yang kami dorong bukan hanya penguatan kelembagaan, tapi bagaimana BUMDes ini mampu naik kelas, memiliki daya saing, dan masuk ke rantai nilai yang lebih luas," kata Jimmy.
BCF sendiri, menawarkan program percontohan selama enam bulan dengan menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap desa sasaran, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal, yang akan mendapatkan pelatihan intensif sebagai konsultan pengembangan desa.
Menurut Jimmy, program tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Pupuk Indonesia dan akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tiga lokasi pilot project nasional, di mana salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah Lampung.
"Kami ingin memulai dari Lampung, karena ekosistemnya sangat mendukung. Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan kedekatan dengan berbagai mitra strategis," ujar Jimmy.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, pihaknya menilai tantangan utama pembangunan desa saat ini bukan hanya produksi komoditas, tapi bagaimana menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan desa, dan membangun rantai pasok yang mampu menghubungkan potensi desa dengan pasar yang sudah tersedia.
"Lampung memiliki ribuan BUMDes, tapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Oleh karena itu, kami membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa," ungkap Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur Mirza menilai, Lampung saat ini sedang mendorong pembangunan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao, dan kelapa melalui berbagai intervensi seperti pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.
Menurutnya, keberadaan BUMDes menjadi kunci dalam mengoperasikan berbagai fasilitas ekonomi desa tersebut, agar mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
"Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation ini sangat relevan, karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional," ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju yang telah diterapkan di puluhan desa, termasuk peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf sebagai substitusi tepung terigu yang mulai digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Lampung dan Bakrie Center Foundation sepakat untuk melakukan identifikasi desa dan BUMDes potensial, yang akan menjadi lokasi percontohan.
Program direncanakan mulai berjalan pada semester kedua tahun ini, dengan target menghasilkan model pengembangan BUMDes yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Gubernur Mirza berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Olahraga
784
Kominfo Lampung
799
Kominfo Lampung
820
190
08-Jun-2026
219
08-Jun-2026
283
08-Jun-2026
344
08-Jun-2026
369
08-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia