Melihat kondisi tersebut, Asroni mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan dan distribusi tenaga kesehatan di seluruh puskesmas.
Menurutnya, permasalahan ini tidak cukup diselesaikan dengan penambahan tenaga semata, tetapi juga harus diiringi dengan pemerataan distribusi agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah.
Asroni juga menekankan, pentingnya perencanaan jangka panjang, mulai dari rekrutmen tenaga kesehatan baru, penempatan yang tepat, hingga peningkatan kapasitas tenaga yang sudah ada.
“Jangan sampai ada puskesmas yang kelebihan tenaga, sementara yang lain kekurangan. Ini harus ditata dengan baik,” kata Asroni Paslah.
Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa sektor kesehatan, khususnya di level pelayanan dasar, masih membutuhkan perhatian serius.
Di tengah tuntutan pelayanan yang cepat dan berkualitas, keberadaan tenaga kesehatan yang memadai menjadi faktor kunci.
DPRD, lanjut Asroni, akan terus mengawal persoalan ini agar tidak berlarut-larut. Ia menegaskan, langkah konkret harus segera diambil agar masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan.
Berikan Komentar
Lampung Selatan
938
PLN
468
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia