Dalam rangka mendukung program CoE WI dan VIWI 2018, Jatim telah menyiapkan 10 event terpilih dalam 100 premier event (CoE WI). Dikemas berskala internasional sehingga mampu banyak mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). Berkaitan penyelenggaraan Top Festival, bisa dilihat dari bagaimana sebuah event mendatangkan wisatawan, berapa lama kegiatan sudah berlangsung, serta banyak penilaian lain yang dilakukan terkait keberlangsungan sebuah festival.
Sepuluh event yang masuk dalam Top 100 Event yaitu Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo dan Malang Flower Carnival. Kemudian Kemilau Madura Pasar Seni Lukis Indonesia, Gandrung Sewu, International Tour de Banyuwangi Ijen, Festival Keraton Nusantara dan Festival Malang Kota Tua.
"Masing-masing kegiatan sudah dibuatkan buku yang akan dibagikan kepada pelaku bisnis pariwisata," Jarianto menambahkan.
Dengan adanya event unggulan dalam satu tahun penuh tersebut, kunjungan wisatawan ke Jatim diharapkan akan meningkat signifikan. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman ke Jatim sebanyak 625.729 wisman dan 58,65 juta wisnus. Sementara kontribusi sektor pariwisata Jatim terhadap PDRB pada triwulan III /2017 sebesar Rp 86,73 triliun atau tumbuh 10,53 persen.
Kemajuan pariwisata Jatim tidak lepas dari upaya meningkatnya unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Terutama untuk konektivitas penerbangan ke obyek wisata unggulan. Jatim memiliki bandara internasional Juanda Surabaya serta bandara domestik yaitu; Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), Bandara Notonegoro (Jember), Bandara Trunojoyo (Sumenep, Madura) dan Bandara Bawean.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ditetapkan Calender of Event (CoE) Pariwisata Jawa Timur dengan jadwal dan tempat yang sudah ditetapkan."Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline para travelers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan," kata Menpar.
Ia menjelaskan, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan mudadalam melakukan perjalanan (travel) yang mengandalkan digital. Dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi, kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking hingga membayar (payment) paket wisata dilakukan via oline.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17327
Lampung Selatan
5902
203
06-Apr-2025
286
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia