Di titik inilah ruang gerak penggilingan menjadi persoalan yang patut dibicarakan lebih serius. Harga gabah di tingkat petani bergerak mengikuti kenyataan pasar. Tetapi ketika harga bahan baku naik, penggilingan tidak selalu memiliki keleluasaan yang sama untuk menaikkan harga produk akhirnya.
Maka penggilingan berada dalam situasi yang tidak mudah.
Membeli gabah terlalu murah, petani akan menjual kepada pembeli lain.
Membeli gabah terlalu mahal, biaya produksi meningkat dan keuntungan semakin menipis.
Tidak heran jika kemudian muncul sebuah pertanyaan besar: apakah penggilingan Lampung sedang diminta bersaing dalam pasar yang aturan mainnya tidak sepenuhnya sama?
Petani memiliki hak ekonomi untuk memilih pembeli.
Agen luar daerah memiliki modal dan jaringan untuk membeli.
Penggilingan Lampung memiliki biaya produksi yang harus ditanggung.
Sementara pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga pasokan dan harga pangan.
Semua kepentingan itu bertemu dalam satu komoditas: gabah.
Berikan Komentar
423
30-Aug-2026
788
29-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia