Kartu pers dan LSM sudah didesain mirip-mirip tanda pengenal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namanya pun harus pakai embel-embel 'pemberantasan korupsi' dan 'tindak pidana korupsi', serta pakai logo borgol.
Seragam pun dibuat mentereng, setara dengan pakaian dinas harian ASN. Safari dengan empat kantong. Tak cukup safari, jaket model bomber dengan aneka logo pun sudah terpasang.
Name tag sengaja dicetak mirip id.card penyidik KPK. Pokoknya, siapa pun yang bertemu, seragam ini bikin ciut nyali.
Rencana pun disusun sebelum ke lapangan. Sasaran harus dipetakan secara matang yakni anggaran dana desa (ADD), proyek APBD, hingga bantuan operasional sekolah (BOS).
Tidak boleh beraksi sendiri, karena bakal kalah roh. Setiap beraksi harus gerombolan, empat hingga lima orang. Suasananya harus dibuat mirip penggerebekan, mirip di tivi-tivi.
Jurus pertama, tunjuk juru bicara dengan dalih silaturahmi. Lalu sampaikan dugaan korupsi dengan maksud konfirmasi. Lihat raut muka kepala desa atau kepala sekolah yang diminta konfirmasi, jika mulai keluar keringat dingin sebesar jagung, mainkan jurus kedua '86'.
Jurus kedua, ketik berita di Android dengan data-data dan dugaan-dugaan korupsi. Lalu kirim tulisan itu via Whatapps ke target sasaran dengan dalih konfirmasi sekaligus diiringi kalimat, "Berita ini bisa ngak dimuat, kalau kami bisa bertemu."
Ya, atas nama LSM dan pers, saya juga berhak kebagian, Bos. Bukan kalian saja yang pinter nilep duit negara. Saya tahu persis bagaimana cara kalian mengakali RAB, spek, dan laporan.
Apa susahnya mengaku dari pers dan LSM. Modalnya cuma id card selusin. Sedikit cerdas dan naik kelas, kolaborasi dengan oknum aparat.
Tak perlu lagi gertak-gertakan, lajukan beritanya sebagai bahan bagi aparat untuk memanggil. Bantu dikit dengan 'demo nasi bungkus' agar menarik secara visual difoto dan taping video. Viralkan di Youtube dengan sedikit aksi sikut-sikutan biar ngak disebut pawai. Lalu, tentu saja habis itu nego dan jika sukses takedown videonya.
Ha...ha..haa...siapa bilang nyari duit itu susah. Pakai sedikit otakmu dengan gaya pasukan raja olah. Tak penting nasib rakyat makin morat-marit, yang penting saya kebagian. "Ini kan duit jin yang memang harus dimakan setan," kata saya berguman. (***)
Salam,
Amiruddin Sormin
Wartawan Utama
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16116
EKBIS
8720
Bandar Lampung
6082
137
04-Apr-2025
338
03-Apr-2025
379
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia