Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bangka Belitung Kebut Pembangunan Amenitas di Tanjung Kelayang
Lampungpro.co, 17-Apr-2017

2953

Share

BELITUNG (Lampungpro.com)-Amenitas menjadi salah satu penunjang daerah pariwsata untuk maju dan berkembang. Saat ini, Provinsi Bangka Blitung yang terkenal dengan julukan bumi Laskar Pelangi, tengah berupaya menggenjot pembangunan homestay dan sarana prasarana penunjang lainnya untuk kebutuhan daerah wisata disana.

Person in charge (PIC) Tanjung Kelayang dari Pokja Percepatan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Larasati Sedyaningsih mengatakan, pada Selasa (11/4) lalu ada focus group discussion (FGD) untuk membahas kepariwisataan Belitung. FGD yang difasilitasi Kemenpar itu dihadiri para pemangku kepentingan Belitung. Ini dalam rangka menentukan prioritas pengembangan kepariwisataan Belitung di tahun 2017, ujar Laras.

Dalam FGD itu dibahas tentang amenitas. Saat ini, pengembangan wilayah yang masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang memang sedang dikebut.

Pengelola KEK Tanjung Kelayang juga sudah membebaskan lahan seluas 7.528 meter persegi di luar kawasan. Lahan itu untuk keperluan homestay dan sekarang sedang proses sertifikasi lahan, katanya.

Ketersediaan amenitas memang jadi hal penting bagi Tanjung Kelayang. Apalagi Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan terhitung sejak 22 December 2016 sudah menyandang status sebagai international airport. Sekarang sedang menunggu penerbangan perdana Kuala Lumpur-Belitung, ujar Laras.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Belitung adalah destinasi prioritas yang punya prospek cepat dan bagus. Jarak tempuh dari Jakarta tidak sampai satu jam penerbangan. Begitupun dari Singapore dan Kuala Lumpur, tidak terlalu jauh namun sudah mendapatkan alam bahari yang bagus.

Jarak tempuh atau kedekatan geografis itu, kata Menteri Arief, cukup menentukan dalam pariwisata. Ini mirip dengan bisnis transportasi dan telekomunikasi.

"Jarak yang semakin dekat, akses semakin mudah, semakin murah, semakin berpeluang dikunjungi. Selain jarak, juga season, ketiga bisnis itu mengenal istilah low and high season," kata Menpar Arief Yahya.

Upaya memoles Tanjung Kelayang juga menjangkau peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Pada 10 April lalu ada pembinaan kepada para pemilik homestay. Bentuknya kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar di Desa Terong, Sijuk, Belitung, ujar Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib

Sedangkan dalam rangka mempromosikan Tanjung Kelayang, pada pada 15-17 April ada famtrip dari Visit Indonesia Tourisme Officer (VITO) Prancis. Famtrip ini dalam rangka memperkenalkan Belitung kepada masyarakat Prancis, katanya.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16353


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved