Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Beri Edukasi Gizi, Tingkatkan Pengetahuan Pekerja Tapioka di Lampung Timur
Lampungpro.co, 17-Sep-2026

Sandy 267

Share

Dosen Polinela gelar PkM beri edukasi tentang Gizi Kerja kepada para pekerja di perusahaan Tapioka | LAMPUNGPRO.CO/Ist

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.co) : Kesehatan pekerja menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas di lingkungan industri. Selain kemampuan fisik dan keterampilan, kecukupan gizi, hidrasi, serta upaya mencegah kelelahan turut menentukan kondisi pekerja selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang memberikan edukasi mengenai gizi kerja kepada pekerja Muara Jaya Tapioka, Lampung Timur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Pekerja Industri Tapioka melalui Edukasi Gizi Kerja untuk Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas Kerja di Muara Jaya Tapioka.”

Tim pelaksana terdiri dari dr. Firdawati, M.K.M., Kiki Puspasari, S.KM., M.Si., Andra Vidyarini, S.Gz., M.Si., dan Nathasa Khalida Dalimunthe, S.Gz., M.Gz.

Sebanyak 15 pekerja mengikuti kegiatan yang dirancang dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Materi tidak hanya membahas kebutuhan gizi selama bekerja, tetapi juga mencakup penyusunan menu bergizi seimbang, pentingnya memenuhi kebutuhan cairan, serta praktik peregangan sederhana.

Ketua tim, dr. Firdawati, mengatakan pemahaman mengenai gizi kerja perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan pekerja secara menyeluruh.

“Pekerja membutuhkan pengetahuan yang praktis dan mudah diterapkan. Gizi kerja bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana memenuhi kebutuhan tubuh selama bekerja, menjaga hidrasi, dan mencegah kelelahan agar kesehatan dan produktivitas tetap terjaga,” ujar dr. Firdawati.

Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih mudah diterapkan apabila materi dikaitkan langsung dengan aktivitas yang dijalani pekerja setiap hari. Karena itu, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilengkapi dengan pendampingan dan praktik.

Dampak edukasi kemudian diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7759


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved