JAKARTA (Lampungpro.co): Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memasang target produksi beras sebanyak 33,6 juta ton beras dan 24,17 juta ton pipilan kering jagung. Target produksi tersebut untuk menjaga ketahanan pangan (food security) dalam menghadapi pandemi Corona (Covid-19).
"Solusi dari Covid 19 ini adalah medical solution dan food security. Persiapan pangan adalah solusi Covid 19. Oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu, dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin," kata Mentan saat video conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Dia mengatakan yang harus diwaspadai adalah rekomendasi badan pangan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Food and Agricuture Organization (FAO) yang menyatakan setelah Covid-19 berlalu akan hadir krisis pangan dunia. "Akan datang kemarau panjang sesuai rekomendasi BMKG. Ini tidak boleh terjadi di negeri kita. Kita harus hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi krisis pangan dunia," kata Mentan.
Pada video vonference yang juga diikuti Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dan petani di 77 titik dari seluruh Indonesia itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan sasaran tanam padi dan jagung 2020 cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. "Untuk mencapai keberhasilan sasaran tersebut, pertanaman padi bulan Mei sampai September 2020 harus dioptimalkan, kata Suwandi.
Pada 2020 secara nasional pemerintah menargetkan luas tanam padi 11,66 juta hektare (ha), berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sedangkan untuk jagung, ditargetkan seluas 4,49 juta ha, berpotensi menghasilkan 24,17 juta ton pipilan kering.
Angka sasaran tersebut diharapkan bisa disampaikan kepada masing-masing provinsi, kabupaten, kota untuk menjabarkan angka tersebut ke tingkat kecamatan dan sampai desa, dengan rincian per bulan. Rincian angka sasaran tersebut dapat dijadikan sebagai komitmen semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan dan sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi," kata Suwandi
Strategi yang akan dilakukan pemerintah di antaranya peningkatan indeks pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi. Kemudian, perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah.
Selain itu, mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen dan mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD 2020. Lebih lanjut Suwandi menjelaskan berdasarkan KSA BPS diketahui potensi panen padi Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 3,43 juta ton.
Sedangkan potensi panen padi Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton. Stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton. Untuk komoditas jagung disepakati potensi panen Mei 2020 seluas 0,21 juta ha, yang dapat menghasilkan pipilan kering dengan kadar air 15% sebanyak 0,98 juta ton. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16033
EKBIS
8634
Bandar Lampung
5999
247
03-Apr-2025
291
03-Apr-2025
408
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia