Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ingin Jadi Barista? Nih, Ada Sekolah Kopi di Institut Pertanian Bogor
Lampungpro.co, 11-Nov-2018

Amiruddin Sormin 1981

Share

BOGOR (Lampungpro.com): Bagi anak muda yang ingin jadi peracik kopi alias barista, kini Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, membuka Sekolah Kopi. Kehadiran Sekolah Koi untuk melahirkan barista muda berbakat dan bertalenta kuat dalam mengenal cita rasa kopi Nusantara.

Kami mau mencetak barista tangguh, kata Rektor IPB Dr. Arif Satria, saat membuka angkatan pertama Sekolah Kopi di Fakultas Pertanian IPB, Darmaga, Bogor, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Arif, ide membuka Sekolah Kopi karena saat ini tren kopi luar biasa. Saat ini, anak muda yang menyukai kopi semakin bertambah jumlahnya dan hadir dalam setiap kegiatan kopi. Kopi tidak lagi identik dengan orang tua. Tapi bergeser ke arah generasi muda. Kopi menjadi gaya hidup sehingga banyak orang yang tertarik dengan dunia kopi, kata Arif.

Dia mengatakan barista kopi menjadi profesi bergengsi. Seperti tradisi minum teh yang ada sejak zaman dulu, sekarang bergeser ke era milenial mengenal kopi, kata Arif.

Dia mengatakan IPB fokus pada penyesuaian kecenderungan gaya hidup anak muda. "Banyak yang mau belajar kopi. Selain itu, kopi merupakan salah satu produk pertanian bernilai bagus," kata dia.

IPB berkerja sama dengan Rumah Kopi Ranin yang juga dikembangkan alumni IPB bersama Tejo Pramono. Angkatan pertama Sekolah Kopi ini diikuti 10 mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Rektor IPB. Pendaftar beasiswa Sekolah Kopi di IPB ini membludak mencapai 80. Tapi setelah diseleksi ketat, kami dapatkan 10 mahasiswa, kata mentor sekaligus pendiri Rumah Kopi Ranin, Tejo Pramono.

Proses seleksi dilakukan dengan memilih mahasiswa yang betul-betul berbakat mengenal cita rasa. Selain itu, berasal dari daerah yang terdapat produksi kopi dan memiliki jurusan pendidikan dasar terkait kopi Dari 10 siswa angkatan pertama kebanyakan perempuan. Hanya tiga laki-laki, karena perempuan punya anugerah dapat mengenal cita rasa dan lebih peka, kata Tejo Pramono.

Sekolah Kopi ini berlangsung empat hari dan berlangsung Sabtu dan Minggu. Para siswa dilatih oleh Uji Saptono, tester kopi bersertifikat internasional.

Menurut Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan IPB, Handian Purwawangsa, mahasiswa IPB memiliki ilmu dasar yang membantu dalam pengembangan pendidikan kopi. IPB memiliki keilmuan dasar terkait pengembangan kopi, sehingga ini lebih memudahkan para siswa menguasai keahlian kopi, kata Handian. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16664


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved