Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kementerian Komdigi dan Pemprov Lampung Atur Strategi Komunikasi Efektif Sukseskan Program Makan Gizi Gratis
Lampungpro.co, 18-Oct-2025

Febri 45096

Share

Pemprov Lampung Bersama Kementerian Komdigi | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, dengan menggelar Forum Komunikasi MBG: Strategi Komunikasi Berbasis Isu Krisis di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini, dibuka Pelaksana Tugas Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komdigi Marroli J. Indarto serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Lampung Ganjar Jationo, dengan diikuti Disiominfo, Satgas MBG, dan Satgas Stunting dari seluruh kabupaten/kota se-Lampung.

Pelaksana Tugas Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komdigi, Marroli J. Indarto mengatakan, program makan bergizi gratis (MBG) merupakan agenda strategis nasional yang wajib disukseskan bersama, karena program ini telah membawa dampak besar bagi anak-anak sekolah diseluruh Indonesia.

"Program MBG ini harus berhasil dan tidak ada kata mundur, karena program ini membuat anak-anak semakin semangat bersekolah. Dulu, sekitar 40–50 persen siswa berangkat ke sekolah tanpa sarapan, sehingga sulit berkonsentrasi, namun sekarang, jutaan siswa mendapatkan gizi seimbang, dengan protein dan karbohidrat yang cukup," kata Marroli J. Indarto.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan jutaan hingga miliaran piring makanan bergizi bagi siswa diseluruh Indonesia atas arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ada pun manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga para orang tua yang kini lebih tenang, karena kebutuhan gizi anaknya terpenuhi.

Marroli juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik dalam menghadapi isu-isu yang berkembang terkait pelaksanaan program MBG. Menurutnya, tantangan komunikasi di tengah era digital saa ini, tentunya membutuhkan pendekatan adaptif dan kolaboratif antarinstansi pemerintah.

"Dalam komunikasi publik, informasi negatif memang cepat menyebar, tapi informasi positif punya daya jangkau lebih luas jika relevan dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pesan positif soal MBG harus terus digaungkan, tidak hanya di media sosial tapi juga di ruang-ruang percakapan masyarakat seperti grup WhatsApp," ujar Marroli.

Marroli menegaskan, pihaknya sedang menyiapkan panduan komunikasi publik agar seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki keselarasan dalam menyampaikan pesan terkait program strategis nasional. Panduan itu diharapkan membantu pemerintah menangani isu krisis dengan cepat, tepat, dan menenangkan publik.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Lampung, Ganjar Jationo mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi atas pelaksanaan forum ini di Lampung, karena menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik di daerah.

"Forum ini mempertemukan Dinas Kominfo, Satgas MBG, dan Satgas Stunting dari seluruh kabupaten/kota. Ini kesempatan bagus untuk menyamakan persepsi dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat," ungkap Ganjar Jationo.

Menurut Ganjar, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya bergantung pada penyebaran informasi, tetapi juga pada kemampuan meramu pesan agar kredibel, sederhana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia pun mencontohkan pentingnya kehadiran pejabat publik dalam memberi informasi resmi saat terjadi krisis, seperti bencana atau pandemi, guna mencegah munculnya spekulasi di ruang publik.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi panel bersama dua narasumber, yakni praktisi komunikasi Jojo S. Nugroho dan praktisi kehumasan Fardila Astari, dengan moderator Muhammad Aprizal Arsyita, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfotik Lampung.

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan strategi komunikasi MBG di daerah, agar pesan pemerintah tersampaikan secara efektif dan program nasional ini dapat terus berjalan dengan dukungan publik yang luas. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved