Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

KAPELA dan Peluang Besar Membangun Kekuatan Ekonomi Bersama di Tubuh PERPADI Lampung
Lampungpro.co, 01-Nov-2026

Asyihinpro 479

Share

Gambar hanya ilustrasi

Dalam sebuah organisasi yang menaungi para pelaku usaha, kekuatan tidak hanya diukur dari jumlah anggota, luasnya jaringan, atau besarnya pengaruh organisasi. Lebih dari itu, kekuatan sebuah organisasi juga dapat dilihat dari sejauh mana organisasi tersebut mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Pemikiran ini menjadi menarik ketika melihat keberadaan Koperasi Anugerah PERPADI Lampung (KAPELA), sebuah koperasi yang berada dalam lingkungan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Provinsi Lampung.

Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku usaha di sektor perberasan, PERPADI Lampung sesungguhnya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Anggotanya terdiri dari berbagai pelaku usaha yang terlibat langsung dalam rantai pasok pangan, mulai dari penggilingan padi, perdagangan gabah, perdagangan beras, hingga aktivitas usaha lain yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan.

Potensi tersebut merupakan modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga. Namun, ada satu pertanyaan menarik: bagaimana jika kekuatan jaringan usaha yang dimiliki anggota PERPADI dapat dihimpun dalam sebuah wadah ekonomi bersama?

Di sinilah KAPELA memiliki posisi strategis.

Koperasi ini berpeluang menjadi instrumen ekonomi yang tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga menjadi penghubung kepentingan bisnis para anggota PERPADI. Dengan konsep yang tepat, KAPELA dapat berkembang menjadi pusat kolaborasi ekonomi yang mempertemukan kepentingan produsen, pengusaha penggilingan, pedagang, petani, hingga pasar konsumen dan institusi.

Mengubah Kekuatan Organisasi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Selama ini, sebagian besar pelaku usaha perberasan menjalankan kegiatan bisnisnya secara mandiri. Pengusaha penggilingan padi memiliki jaringan pemasok gabah dan pelanggan beras masing-masing. Pedagang beras juga memiliki jalur distribusi dan pasar yang telah dibangun melalui pengalaman bisnis bertahun-tahun.

Pola usaha tersebut tentu merupakan kekuatan bagi masing-masing anggota. Namun, apabila jaringan tersebut dapat dihubungkan melalui sebuah koperasi, peluang ekonomi yang lebih besar sebenarnya dapat diciptakan.

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Siang itu pantry kantor gempar. Anwar, office boy yang...

520


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved