Organisasi serikat media yang seharusnya cuma cawe-cawe masalah iklan dan advertorial, kini berubah menjadi kantor berita. Bahkan nama serikat media pun dijadikan seragam untuk meliput, entah apa nama medianya.
Bill Koivach harus bisa menjelaskan teori fire wall ini. Bagaimana sebuah organisasi serikat dan himpunan media, bisa berubah menjadi kantor berita? Berhari-hari blasting berita ke anggotanya, tapi tak pernah blasting iklan dan advertorial yang menjadi fungsi utamanya.
Pertanyaan senada kepada Harold Ross. Bagaimana bisa organisasi profesi jurnalis, kemudian merilis berita berbau advertorial? Berhari-hari blasting 'berita ngangkat' ke anggotanya tanpa pernah hasilkan berita investigasi yang merugikan rakyat.
Pun, kepada Alfred Harmsworth dan John B. Bogart, saya bertanya bagaimana bisa ada berita 'Bupati Kunjungi Desa Terdampak Banjir', bukankah itu memang tugas bupati?
Saya ingin para jurnalis kawakan dunia itu hidup kembali. Bikin kelas belajar lagi. Agar jelas mana siang, mana malam. Jangan berubah menjadi lembaga siang malam (LSM).
Salam,
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15718
EKBIS
8284
Bandar Lampung
5671
Bandar Lampung
4026
Bandar Lampung
3883
132
03-Apr-2025
233
03-Apr-2025
252
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia